TRIBUNMATARAMAN.COM | BLITAR - Detik-detik truk gagal nanjak mundur tabrak pergudangan di Kesamben Blitar Jawa Timur.
Diketahui viral di media sosial kecelakaan truk yang diduga rem blong tak kau menanjak.
Akibat kejadian itu truk mundur kebelakang dan menabrak pergudangan.
Video truk yang mundur kebelakang dan menabrak diketahui diupload oleh akun sosial media @Dolan Blitar.
Baca juga: Libur Sekolah, Penumpang KA di Stasiun Blitar Meningkat 500 Orang/Hari
Nampak dalam video itu truk berwarna coklat pada bagian depan dan merah menabrak bangunan.
Diduga truk melebihi muatan, sehingga gagal melakukan pengereman.
Beruntung dalam kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga sampai saat ini belum ada penjelasan dari kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian itu.
Satnarkoba Polres Blitar Kota sudah menetapkan DR (25), perempuan asal Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang mencoba menyelundupkan 624 butir pil dobel L ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Blitar menjadi tersangka.
Polisi juga langsung menahan DR dan menitipkannya di ruang tahanan LP Blitar.
"Setelah serah terima dari LP, kami lakukan interogasi dan gelar perkara khusus. Dari hasil gelar perkara, terduga tersangka layak untuk diproses hukum lebih lanjut," kata Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, Iptu Bambang Dwi Wahyono, Senin (22/6/2026).
"Tersangka sudah kami tahan, kami titipkan ke LP Blitar. Sekarang, kami melengkapi berkas pemeriksaan," lanjutnya.
Bambang mengatakan, dari hasil pemeriksaan, DR mengaku sudah dua kali ini menyelundupkan pil dobel L ke dalam LP Blitar.
Pil dobel L tersebut merupakan pesanan dari pacar DR, AP yang sekarang mendekam di LP Blitar juga terkait kasus narkoba.
Pada aksi pertama, sekitar satu bulan lalu, DR berhasil memasukkan sekitar 200 butir pil dobel L kepada AP.
Sedang pada aksi keduanya ini, DR gagal memasukkan sebanyak 624 butir pil dobel L ke LP Blitar karena ketahuan petugas.
"Pengakuan tersangka, ini sudah kedua kalinya. Pertama lolos, terus yang kedua digagalkan petugas. Polanya sama, tersangka menyembunyikan pil dobel L di kemaluannya," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Bambang, saat ini, polisi sedang mendalami tiga narapidana (napi) yang diduga ikut terlibat dengan upaya penyelundupan pil dobel L ke dalam LP Blitar yang dilakukan DR.
Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga napi tersebut. Ketiga napi itu diduga yang memesan pil dobel L ke DR.
"Untuk tiga napi yang diduga terlibat dengan DR, kasusnya lanjut. Kami sudah dapat petunjuk dari Kejaksaan, mungkin hari ini kami terbitkan LP untuk ketiga napi yang terlibat dengan DR," katanya.
Tak hanya itu, kata Bambang, polisi juga sedang mengejar bandar yang memasok pil dobel L kepada DR.
Polisi sudah mengantongi identitas bandar yang memasok pil dobel L kepada DR.
"Pemasok barang ke DR, inisial DA, warga Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tapi saat kami datang ke rumahnya, dia sudah kabur. Sekarang jadi DPO. Dia juga eks napi di LP Blitar," ujarnya.
Sebelumnya, seorang perempuan, DR (25), mencoba menyelundupkan narkoba jenis pil dobel L ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Blitar.
Dalam aksinya, DR membawa sebanyak 624 butir pil dobel L yang dibungkus dalam kondom dan dimasukkan ke kemaluannya.
Baca juga: Perempuan di Blitar Selundupkan Pil Dobel L ke Lapas Blitar, Dimasukkan ke Organ Intim
Rencananya, DR menyerahkan ratusan butir pil dobel itu kepada AP, salah satu narapidana (Napi) di LP Blitar.
"Upaya penyelundupan pil dobel L yang dilakukan perempuan pengunjung ke dalam LP itu berhasil kami gagalkan," kata Kepala LP Kelas IIB Blitar, Iswandi, Senin (22/6/2026).
Iswandi mengatakan, upaya penyelundupan ratusan pil dobel L ke dalam LP itu terjadi ketika jadwal kunjungan napi pada Kamis (18/6/2026).
Awalnya, petugas curiga dengan gerak-gerik dua orang perempuan, yaitu, DR dan MAW yang akan mengunjungi salah satu napi di LP Blitar.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih detail kepada dua orang perempuan pengunjung.
"Kami menyuruh petugas perempuan untuk memeriksa secara teliti dua perempuan pengunjung itu. Setelah dicek, petugas menemukan diduga obat-obatan disimpan dalam kondom dimasukkan di kemaluannya," ujar Iswandi.
(TribunMataraman.com)