Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang diwakili staf ahli Gubernur Maluku bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan, Umar Alhabsy, membuka Muktamar ke-14 di Cristian Center, Kota Ambon, Maluku, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini mengusung tema "Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa Muslim untuk Indonesia Maritim yang Berkeadilan dan Berdaulat”.
Didampingi Ketua Umum KAMMI, Muhammad Amri Akbar dan Ketua Umum PW KAMMI Maluku, Mustakim Rumasukun, tifa pun dipukul sebagai tanda pembukaan musyawarah.
Gubernur Maluku dalam sambutan yang dibacakan, menekan peran pemuda sebagai motor penggerak sosial, intelektual, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan modern.
"Saat ini banyak pemuda Islam yang berprestasi di tingkat internasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan, bahasa, dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislamannya," ujarnya.
Menurutnya tema yang diangkat berfokus pada laut sebagai urat nadi pertahanan, ekonomi, dan identitas bangsa.
Sehingga untuk mewujudkannya, diperlukan fokus pada lima pilar utama, yaitu, Membangun budaya maritim, Mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, Memperkuat infrastruktur dan konektivitas melalui tol laut, kemudian Mengembangkan diplomasi maritim, dan Memperkuat pertahanan dan keamanan maritim.
Baca juga: BKKBN Maluku Optimalkan Lima Program Prioritas untuk Perkuat Ketahanan Keluarga
Baca juga: Harganas 2026: BKKBN Maluku Gaungkan “Ayah Wajib Hadir”, Lawan Fenomena Fatherless
Melalui kegiatan ini diharapkan kader KAMMI mampu mengambil peran strategis sebagai agen perubahan, penjaga moral, dan penggerak peradaban Islam, melalui penguasaan ilmu pengetahuan, literasi digital, dan kemampuan diplomasi global.
Sementara itu, Ketua Umum PW KAMMI Maluku, Mustakim Rumasukun, menjelaskan beberapa progam prioritas yang akan dibahas dalam Muktamar ke-14 ini.
Namun yang menjadi perhatian pada pengusulan pembentukan Rencana Undangan-undangan (RUU) Kepulauan, yang juga di perjuangkan pemerintah daerah.
Dengan melibatkan berbagai lembaga vertikal, salah satunya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
"KAMMI juga selama setahun ini mengangkat isu RUU kepulauan itu yang dapat kita dorong. tentunya desakan dari lembaga vertikal termasuk OKP terus kita lakukan," ungkapnya.
Dalam mendukung upaya itu, Rumasukun berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan, sehingga satu per satu progam yang di gagas oleh KAMMI dapat bermanfaat kepada masyarakat. (*)