3 Kejanggalan Tewasnya Ruly ASN Bangkalan di Dalam Mobil Bandara Juanda, Chat hingga Perhiasan Raib
Musahadah June 25, 2026 03:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap sejumlah kejanggalan di balik ditemukannya jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), di dalam mobil dinas M 1090 GP yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo. 

Jasad Ruly ditemukan dalam kondisi tubuh tampak membengkak dan bagian perut terlihat membesar.

Penemuan jasad ini setelah sejumlah warga driver taksi mencium bau tidak sedap dari dekat mobil yang terparkir di jalur menuju terminal 1 Bandara Juanda.

Ketika didekati dan dilihat melalui kaca jendela, ternyata ada seorang perempuan berada di dalam mobil dalam kondisi tidak bergerak.

Proses evakuasi terhadap korban yang berada di dalam mobil itu berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di dalam kabin mobil yang sempit.

Baca juga: Sosok Pria Bermasker di Balik Tewasnya ASN Bangkalan Dalam Mobil Bandara Juanda, Keluarga Beber CCTV

Petugas harus membuka akses secara hati-hati agar tidak mengubah kondisi di lokasi kejadian maupun barang bukti.

Evakuasi yang juga melibatkan tim Basarnas Surabaya itu butuh waktu sekira 30 menit sebelum jenazah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut kejanggalan-kejanggalan kasus ini: 

1. Kirim chat, padahal biasanya selalu telepon

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya mengungkapkan, Ruly meninggalkan rumah untuk bekerja pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Namun, hingga malam Ruly tidak pulang dan hanya membagikan posisinya tengah berada di daerah Pujon, Malang.

"Ibu Ruly meninggalkan rumah pada Kamis pukul 10 pagi, pada malam harinya masih sempat share lokasi di Pujon (Malang) dan video call dengan keluarga," terang Risang.

Namun, suami korban sempat merasakan kejanggalan pada Sabtu pagi.

Ruly mengirimkan pesan singkat, padahal biasanya RY selalu menghubungi keluarga melalui panggilan telepon langsung.

"Itu juga janggal, karena jarang chat biasanya langsung telepon. Tapi menurut suaminya, karakter ketikan di pesan itu seperti ketikan Bu RY, tapi kami juga tidak bisa memastikan siapa yang sebenarnya mengirim pesan," tutur Risang.

Risang mengungkapkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, pihak keluarga mengaku tidak pernah mendengar adanya keluhan sakit maupun persoalan pribadi yang sedang dihadapi oleh RY.

Aktivitas kesehariannya sebelum dilaporkan hilang pun berjalan normal tanpa ada gerak-gerik mencurigakan.

2. Sosok pria bermasker

Risang mengungkapkan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, mobil Toyota Innova berpelat merah dengan nomor polisi M 1090 GP tersebut memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bahwa kemudi kendaraan diambil alih oleh seorang sopir pria bermasker.

Sementara itu, kursi penumpang di samping pengemudi tampak sengaja direbahkan ke belakang.

"Kami menduga, Ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal," kata Risang saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (25/6/2026).

Kecurigaan ini sejalan dengan posisi jasad RY saat pertama kali ditemukan pada Rabu (24/6/2026). Tubuh korban berada di kursi depan sebelah kiri dalam posisi terlentang dan direbahkan.

"Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja (bukan lokasi utama RY tewas)," ujar Risang menambahkan.

Meskipun pihak keluarga belum berani menyimpulkan apakah kematian ini merupakan akibat dari tindak pidana murni atau faktor lain, keberadaan sopir pria bermasker yang meninggalkan mobil tersebut menjadi fokus utama yang harus didalami oleh penyidik kepolisian.

"Tapi yang pasti ada peristiwa seseorang yang membawa jenazah RY ke bandara untuk ditinggalkan. Ada yang berusaha menutupi peristiwa dari kematian RY, itu fakta dari CCTV," tegas Risang.

3. Perhiasan hilang

RUMAH DUKA : Jenasah Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), tiba di Jalan Flamboyan Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Kegiatan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoajo yang dimulai pada Sabtu (24/6/2026) pada pukul 16.00 WIB, berakhir pada pukul 23.00 WIB.
RUMAH DUKA : Jenasah Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), tiba di Jalan Flamboyan Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Kegiatan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoajo yang dimulai pada Sabtu (24/6/2026) pada pukul 16.00 WIB, berakhir pada pukul 23.00 WIB. (Surya.co.id/Ahmad Faisol)

Kejanggalan lain yang mengindikasikan adanya dugaan tindak kejahatan adalah hilangnya sejumlah perhiasan berharga milik korban.

Saat proses evakuasi dilakukan, beberapa perhiasan emas yang biasa dikenakan korban raib.

Perhiasan yang hilang antara lain gelang emas di kedua belah tangan, kalung, serta cincin di jari tangan kanan.

"Yang tersisa hanya cincin di tangan kiri dan anting di telinga kanan. Sedangkan posisi kerudung korban rapi dan saat ditemukan tidak menggunakan seragam dinas," jelasnya.

Guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, keluarga Ruly secara resmi telah melayangkan laporan polisi ke Polsek Sedati pada Rabu (24/6/2026) sore.

Bersamaan dengan laporan tersebut, pihak keluarga juga menyatakan persetujuannya untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah Ruly.

Di sisi lain, tim penyidik kepolisian saat ini tengah bergerak cepat dengan melakukan penelusuran mendalam terhadap data dari telepon seluler (ponsel) milik korban yang kini telah berhasil dibuka.

"Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka, insyaallah dari sana nanti ada petunjuk-petunjuk baru," ungkap Risang.

Polisi berharap riwayat komunikasi terakhir pada ponsel tersebut dapat menguak aktivitas korban serta melacak identitas sopir pria bermasker yang membawa mobil dinas tersebut.

Setelah diotopsi lengkap, jenasah Ruly tiba di rumah duka Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kegiatan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoajo yang dimulai pada Sabtu (24/6/2026) pada pukul 16.00 WIB, berakhir pada pukul 23.00 WIB.  

Isak suara tangis terdengar lirih menelusup dinginnya hawa dini hari Gang Flamboyan, Perumda yang tampak lengang dan sunyi.

Mobil jenasah ambulan yang diikuti satu mobil hanya menyalakan lampu rotator dan berhenti di bawah terop duka depan rumah nomor 18 menghadap ke arah Selatan.  

Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya yang turut mengantarkan jenasah sejak dari RS Puedik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, mengungkapkan, pihaknya beserta keluarga almarhumah sudah diminta keterangan oleh Polres Sidoarjo atas perkara kematian Ruly. 

"Kami dan keluarga mendapatkan informasi dari media sosial sekitar pkul 11.30 WIB, ada mobil dinas yangg biasa dipakai krban ditemukan di bandara (Juanda)  dalam keadaan banyak darah berceceran. Kami menghubungi Polres Sidoarjo, Polsek Sedati uuntu mengkonfirmasi hal itu, ternyata di sana sudah ada tim inafis di TKP," ungkap Risang.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.