Diduga Pasien IGD Ditolak di Sebuah Klinik di Ciracas Hanya Perkara Beda Faskes BPJS
Desy Selviany June 25, 2026 04:18 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Pelayanan kesehatan di sebuah Klinik Pratama Sejahtera  Ciracas, Jakarta Timur terhadap peserta BPJS perlu dievaluasi. 

Pasalnya klinik tersebut tidak mengutamakan pertolongan pertama terhadap peserta BPJS.

Hal ini menimpa, Christian warga Ciracas, Jakarta Timur kejadian berawal saat dirinya mengantarkan anaknya Achiera Micell Gracia Silitonga (3) yang mengalami luka - luka hingga mengeluarkan darah pada bagian pipi, mulut, dan hidung karena terjatuh.

“Jadi awalnya itu anak saya sedang bermain sama temannya dan alami musibah. Melihat anak saya dengan luka-luka dan mengeluarkan darah saya langsung bergegas bawa ke klinik,” ucap Christian saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis 25 Juni 2026.

Sambung Christian, sesampainya ke klinik, istri, anak dan mbak saya turun dari kendaraan dan saya parkirkan kendaraan saya.

Saat masuk ke dalam ruangan tindakan, istri saya sempat diminta untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

“Istri saya bilang pak tangani dulu ini anak saya sudah berdarah - darah. Nah pas saya masuk juga sempat ngomong begitu petugasnya bilang daftar dulu tapi tidak dilakukan tindakan,” terang Christian.

Pendaftaran yang diminta petugas kesehatan itu, Christian juga mengatakan pihaknya juga sempat mengalami tindakan yang kurang menyenangkan hingga perangkat handphone Iphone 15 alami pecah kaca.

“Jadi awalnya itu, saya daftar nah petugas di depan pertama yang dilontarkan dibilang faskesnya dimana? Saya pun menjawab di Ciracas, terus itu petugas bilang harus ke faskes yang terdaftar,” ucap salah satu petugas pendaftaran.

Lanjut Christian, perdebatan pun terjadi hingga ada satu petugas nakes yang diketahui bernama Dandomika. Petugas nakes tersebut juga sempat bilang kalau harus sesuai faskes.

“Saya jelasin donk, ini anak saya perlu pertolongan pertama di ruangan tindakan. Kalau pertolongan urgent yang saya tahu itu tidak perlu ke faskes. Itu ruangan tindakan berada di depan seperti tempat unit gawat darurat,” terangnya.

Sambung Christian, akibat perdebatan faskes tersebut dirinya nyaris baku hantam oleh petugas nakes. 

Pasalnya,kejadian tersebut saya mengeluarkan handphone untuk merekam sebagai bukti namun handphone tersebut justru ditepis oleh petugas nakes hingga terjatuh beberapa meter.

“Handphone saya ditepis dengan sengaja oleh nakes tersebut hingga merusak handphone pada bagian layar. Tadi sempat dipisahin di sana sampe hampir baku hantam oleh petugas nakes yang bertindak arogan terhadap peserta BPJS,” tegasnya.

Baca juga: Dua Jukir di Tambora Nyaris Tipu Pengunjung Puskesmas, Modus Tukar Uang Mainan

Christian berharap, Sudin Kesehatan Jakarta Timur ataupun Kementerian Kesehatan bisa meninjau langsung pelayanan buruk yang mencederai peserta BPJS yang membutuhkan pertolongan pertama.

Sementara itu, HRD Klinik Pratama Sejahtera Ciracas, Firli mengatakan pihaknya akan memanggil terhadap perawat yang bertindak kurang baik terhadap pasien peserta BPJS. 

Terlebih adanya keributan yang bermula dari Faskes hingga handphone ayah dari pasien mengalami kerusakan.

“Kami akan segera panggil perawat kami yang bernama Dandomika untuk menanyakan permasalahan terhadap keluarga pasien. Akan kita berikan sanksi kepada yang bersangkutan dan kita sudah laporkan kepada pimpinan kami,” ucapnya.

Firli mengatakan pihaknya akan melaporkan permasalahan yang menimpa salah satu peserta BPJS di klinik kami.  

Pihak dari klinik juga menyayangkan sikap arogan petugas perawat terhadap pasien peserta BPJS.

“Kami menyayangkan sekali sikap petugas nakes kami seperti itu apalagi karyawan kami yang bertindak arogan hingga membuat handphone bapak retak,” tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.