Indonesia Untung, Ada Harapan Megawati Baru dalam Penambahan Pemain Asing Asia di Liga Voli Korea
Dwi Setiawan June 25, 2026 04:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia akan diuntungkan dengan aturan baru penambahan kuota pemain asing Asia di Liga Voli Putri Korea. 

Tepatnya Selasa (23/6) bertempat di distrik Mapo, Seoul, Korea Selatan, federasi bola voli Negeri Ginseng (KOVO), melangsungkan rapat besar. Sejumlah topik dibahas dalam agenda tersebut.

Satu di antara bahasan yang paling disorot adalah keputusan penambahan kuota pemain asing, baik itu untuk divisi putra dan putri.

Menukil dari laman Sport Chosun, KOVO yang juga melakukan pemilihan pengurus baru, mengetok palu soal pemberlakukan pemain asing yang dimulai musim 2027/2028.

Untuk divisi putra, penambahan kuota pemain asing berlaku untuk non-Asia. Kuota pemain asing non-Asia yang semula satu bertambah menjadi dua.

TEKAD BAWA JUARA - Atlet voli Megawati Hangestri bertekad bawa tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menjuarai Proliga 2026, Enduro Fastron Lounge, Jakarta, Senin (5/1/2026). Tribunnews/Abdul Majid 
TEKAD BAWA JUARA - Atlet voli Megawati Hangestri bertekad bawa tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menjuarai Proliga 2026, Enduro Fastron Lounge, Jakarta, Senin (5/1/2026). Tribunnews/Abdul Majid

Sedangkan kuota pemain asing Asia-nya tetap berjumlah satu. 

Adapun divisi putri justru keterbalikannya.

Penambahan kuota pemain asing berlaku di lingkup Asia, yang semula satu menjadi dua. Untuk pemain asing non-Asianya, sektor putri tak mengalami penambahan kuota.

KOVO juga membuat kebijakan yang terbilang berani. Di mana tiga pemain asing, entah itu untuk divisi putra maupun putri, bisa dimainkan secara berbarengan dalam sebuah pertandingan.

Secara sudut pandang lokal, para talenta asal Negeri Ginseng menjadi yang paling dirugikan. Sebab, secara jatah bermain akan berkurang dengan penambahan kuota pemain asing.

Padahal beberapa waktu lalu, pelatih timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, sudah mendesak KOVO untuk membatasi jumlah pertandingan pemain asing (Asia dan non-Asia) di Liga Voli Putri Korea musim 2026/2027.

KOVO juga menetapkan besaran gaji yang berbeda antara pemain asing Asia dan non-Asia.

Yakni pemain asing non-Asia akan menerima bayaran sebesar 400 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,52 miliar pada musim pertamanya, dan meningkat menjadi 550 ribu dolar AS atau sekitar Rp8,97 miliar pada musim kedua. 

Sedangkan pemain asing Asia akan memperoleh gaji sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,45 miliar pada tahun pertama, kemudian naik menjadi 170 ribu dolar AS atau setara Rp2,77 miliar pada musim kedua.

Baca juga: Beda Cerita Saingan Megawati di Top Skor Liga Voli Korea, Poin VNL 2026 Danchak & Bukilic Jomplang

Apa yang menjadi keuntungan Indonesia?

Kembali lagi, dengan penambahan kuota pemain asing Asia di divisi putri, Indonesia harapannya bisa mendapatkan berkah dari aturan baru tersebut.

Diharapkan, Indonesia bisa memiliki setidaknya 2 pemain, atau bahkan lebih untuk berkompetisi di Liga Voli Putri Korea 2027/2028.

Sejauh ini, Merah Putih 'hanya' mengandalkan Megawati Hangestri Pertiwi, yang memang secara kualitas sudah teruju di V-League (Liga Voli Korea).

Setelah menjalani dua musim (2023/2024 dan 2024/2025) secara mengesankan di Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Megawati yang berasal dari Jember, Jawa Timur, memutuskan untuk bergabung ke Hyundai Hillstate.

Nama Megawati begitu moncer di Negeri Ginseng. Daya ledaknya dalam hal penyerangan tidak perlu disangsikan. 

Bukti paling sahihnya adalah saat membawa Red Sparks menapak ke grand final Liga Voli Putri Korea musim 2024/2025, yang sayangnya kalah dari Incheon Life Pink Spiders dalam perebutan gelar juara.

Kini, dalam konteks aturan baru penambahan kuota pemain asing Asia di Liga Voli Putri Korea musim 2027/2028, diharapkan akan lahir Megawati yang baru.

Sebab, secara kualitas, banyak pemain muda Indonesia yang bisa bersaing di kompetisi voli lingkup Asia, khususnya di Liga Voli Korea. Sebut saja Chelsa Berliana Nurtomo, Maradanti Namira, Ersandrina Devega, hingga Mediol Yoku, mampu bersaing di Liga Voli Korea.

(Tribunnews.com/Giri) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.