Rekam Jejak Ginka Febriyanti, Relawan Prabowo jadi Komisaris Pertamina, Usai 27 Tahun
Rusaidah June 25, 2026 05:40 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Sosok Ginka Febriyanti Br Ginting menjadi sorotan setelah dirinya ditunjuk menjabat sebagai salah satu Komisaris PT Pertamina Retail.

Selain karena usianya yang masih muda, yakni 27 tahun, rekam jejak Ginka Febriyanti Br Ginting turut menjadi alasan dirinya kini menjadi sorotan.

Ginka dikenal sebagai salah satu pentolan relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Ginka menjadi Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison). Bison banyak berisi relawan dari kalangan muda dan dikliam telah hadir di 18 wilayah di Indonesia.

Dia tercatat pernah memimpin apel akbar pemenangan di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, (7/2/2024). 

"Kami tentunya tetap berikhtiar untuk tetap meraih suara sebanyak banyaknya kalau bisa wilayah bekasi kota kita menangkan 100 persen untuk pak Prabowo dan mas Gibran," kata Ginka saat itu.

Baca juga: Alasan Taufik Hidayat Potong Bibir Wanita yang Disekap di Bandung, Tuding Selingkuh, Keluarga Bantah

Pada acara tersebut terdapat ribuan orang yang berkumpul, melakukan long march, serta mendengar orasi Ginka.

Mereka yang hadir turut mendapatkan kaus dan menerima voucer untuk ditukar dengan makanan dan minuman di pedagang sekitar kawasan alun-alun.

Menurut penelusuran Tribunnews, Ginka lahir di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada tanggal 1 Februari 1998.

Oleh karena itu, Ginka baru berusia 27 tahun ketika diangkat sebagai komisaris.

Ginka tercatat menyelesaikan pendidikan S-1 Akuntansi di Universitas Esa Unggul dan pendidikan S-2 Manajemen di universitas yang sama.

"Merupakan figur muda yang aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan sosial. Memiliki ketertarikan kuat pada pengembangan tata kelola, kepemimpinan, serta kontribusi strategis bagi organisasi," demikian keterangan laman PT Pertamina Retail mengenai Ginka.

Tersandung Polemik Demo Bayaran

Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison) yang dipimpin Ginka pernah disebut menggerakkan massa bayaran dalam aksi berujung kerusuhan, pada Agustus 2025.

"Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison," kata Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur dalam Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025 terkait Demonstrasi, Kerusuhan, penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

"Nah, Bison ini mengakui, mengorganisir massa yang bisa digunakan untuk tim hore kalau di televisi."

Isnur melanjutkan, dalam penelusuran independen KPF, organisasi Bison mengakui bahwa mereka didorong dan dibayar untuk mencegah atau menjegal aksi unjuk rasa mahasiswa.

Dalam laporannya, KPF menemukan indikasi kuat keberadaan massa suruhan dalam demonstrasi 28 Agustus 2025.  Massa ini diduga berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.

Kelompok massa bayaran datang ke Jakarta secara bertahap pada 28 Agustus 2025. Pada tahap awal, sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi dengan membawa sekitar 160 botol bom molotov, petasan, kembang api, dan alat lainnya. 

Kelompok awal ini kemudian menjemput massa tambahan di Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Jumlah massa yang terkumpul meningkat hingga sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.

"Sejumlah BAP kepolisian menunjukkan keterkaitan aktor dalam mobilisasi massa bayaran tersebut," demikian dikutip dari dokumen laporan KPF. 

Ginka sendiri mengakui telah memerintahkan Sekretaris Nasional Bison Ahmad Rifaldi untuk menggalang 70 orang untuk demonstrasi pada 28 Agustus 2025.

Dia menyerahkan dana sebesar Rp9.300.000 kepada Bendahara Bison Ebyn Atsil Majid. Dana tersebut terdiri atas imbalan massa aksi sebesar Rp6.300.000 dan biaya logistik sebesar Rp3.000.000. Seluruh dana dinyatakan bersumber dari kas internal Bison.

Baca juga: Nasib Ibu Taufik Hidayat, Depresi Sebelum Meninggal Dunia, Stres Lihat Anak Brutal

"Bison sendiri didirikan awalnya sebagai bagian dari tim sukses kampanye Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 serta Andra Soni-Dimyati Natakusumah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024."

Ginka juga menyatakan Bison memiliki organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M).

Kawal Pemungutan Suara Ulang di Serang

Pada tahun kemarin Ginka mengaku akan turun untuk mengawal pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Serang, Banten.

Ginka meyakini meski dilakukan PSU, pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib Hamas akan tetap menang.

"Mau diulang seribu kali pun, kami optimis Ratu Zakiyah akan tetap jadi pemenang. Terkait keputusan MK, mari kita hormati dan kami berharap semoga keputusan itu bukan hasil dari intervensi penggugat," kata Ginka dalam keterangan yang diterima, Kamis, (27/3/2025).

"Kami Bison Indonesia akan menggalang kekuatan untuk membuktikan bahwa kemenangan Bu Ratu Zakiyah adalah murni suara masyarakat Serang yang ingin daerahnya jauh lebih baik ke depan."

Adapun PSU dilakukan setelah muncul perselisihan hasil Pilkada Serang. Setelah PSU dilakukan, KPU menetapkan pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib sebagai pemenang.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.