TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Utara - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) antusias ikuti kuliah umum bertajuk Sinergi BPJS Kesehatan dan Insan Akademik dalam Optimalisasi Layanan Kesehatan Program JKN, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi Goes To Campus ini digelar sebagai bagian dari semangat "Mudah, Cepat, Setara" yang terus didorong perusahaan dalam menghadirkan jaminan kesehatan yang dapat dipercaya masyarakat luas.
Mewakili pihak kampus, Wakil Rektor I Bidang Akademik UMKO, Purna Bayu Nugroho menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia bahkan berharap program serupa dapat menjadi agenda tahunan di UMKO.
"Kegiatan Goes to Campus ini sangat baik, dan akan lebih baik lagi jika bisa diselenggarakan secara rutin setiap tahun di kampus kami," ujar Purna.
"Saya berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menyimak materi dengan baik, serta tidak ragu bertanya apabila ada hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut,” sambung Purna.
Sambutan sekaligus paparan materi disampaikan langsung Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kotabumi Wahyu Santoso.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi untuk ikut berperan menjaga keberlangsungan Program JKN.
Baik melalui pemahaman yang baik atas hak dan kewajiban peserta, maupun dengan menjadi penyambung informasi yang akurat di tengah masyarakat.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kampus dan BPJS Kesehatan punya peran yang saling melengkapi dalam memastikan program ini berjalan baik dan berkelanjutan," ujar Wahyu dalam sambutannya.
Suasana kuliah umum semakin hidup pada sesi tanya jawab, di mana mahasiswa tidak ragu melontarkan pertanyaan kritis seputar Program JKN.
Salah satunya disampaikan Dita, yang menyoroti status kepesertaan JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang lama tidak digunakan untuk berobat.
Wahyu menjelaskan, nonaktifnya kepesertaan PBI bukan disebabkan oleh jarangnya penggunaan layanan, melainkan oleh perubahan status penerima bantuan dari pemerintah.
Pertanyaan lain datang dari Alifia Fadlila W, yang mempertanyakan strategi BPJS Kesehatan menjaga keberlangsungan program di tengah besarnya beban biaya penyakit katastropik.
Menanggapi hal ini, Wahyu memaparkan bahwa upaya promotif-preventif dan pengendalian biaya pelayanan kesehatan menjadi dua kunci utama yang terus diperkuat BPJS Kesehatan.
Dua pertanyaan tersebut mencerminkan tingginya rasa ingin tahu mahasiswa UMKO terhadap isu jaminan kesehatan nasional sekaligus menjadi bukti bahwa diskusi dua arah antara BPJS Kesehatan dan dunia kampus berjalan hidup, bukan sekadar penyampaian materi satu arah.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap mahasiswa dapat semakin memahami posisinya sebagai peserta JKN, sekaligus terdorong untuk turut aktif menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masing-masing.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)