TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Pemerintah pusat terus mempercepat upaya pembukaan jalur perlintasan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, jajaran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melakukan peninjauan langsung ke kawasan perbatasan pada Kamis 25 Juni 2026.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Budi Setyono, didampingi Perencana Ahli Madya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Arief Wiroyudo, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kalimantan Barat Alexander Rombonang, serta Kepala BPPD Sambas Setiza.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau gedung pelayanan satu atap beserta sejumlah fasilitas di Pos Lintas Batas Temajuk.
Selain itu, mereka juga mengunjungi Pos Kawalan Sempadan Telok Melano yang berada di wilayah Malaysia.
Budi Setyono menjelaskan, kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 26 Mei 2026 lalu dalam rangka mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Temajuk dan Telok Melano.
"Tentunya atas arahan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP dan Sekretaris BNPP, kami menindaklanjuti komitmen yang telah dibangun bersama kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya Temajuk dan Telok Melano," katanya.
• Bayi di Kapuas Hulu Meninggal Usai Dirawat di NICU RSUD Putussibau, Orang Tua Kecewa Pelayanan
Menurut Budi, pemerintah saat ini terus melakukan kolaborasi lintas sektor melalui koordinasi antara BNPP, Bappenas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sambas guna memastikan kesiapan pembukaan perlintasan perbatasan.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga poin penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Pertama, percepatan koordinasi untuk membuka akses perlintasan antara Indonesia dan Malaysia melalui Temajuk dan Telok Melano.
Kedua, setelah perlintasan resmi dibuka, pemerintah dapat memetakan dan menghitung secara lebih akurat potensi pergerakan orang maupun barang yang melintas di kawasan tersebut.
"Dengan terbukanya akses perlintasan, kita dapat mengetahui tingkat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang berkembang sehingga status PLBN ke depan dapat ditingkatkan menjadi lebih optimal," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga ingin mendorong pengembangan ekonomi di kawasan Temajuk dan wilayah sekitarnya agar manfaat pembukaan perlintasan benar-benar dirasakan oleh masyarakat perbatasan.
Terkait rencana peresmian pembukaan perlintasan, Budi menegaskan bahwa pelaksanaannya harus melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, kedua negara menginginkan pembukaan perlintasan tersebut dilakukan secara bersamaan dalam satu momentum yang disepakati bersama.
"Kami mengusulkan agar peresmian dilakukan setelah Indonesia dan Malaysia sama-sama merayakan hari kemerdekaannya," katanya.
Rencana tersebut diusulkan berlangsung pada pekan keempat Agustus 2026 dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak Malaysia melalui Forum Sosial Ekonomi Daerah (Sosekda) antara Kalimantan Barat dan Pemerintah Negeri Sarawak pada 27 Juli mendatang.
• Kemenag Sintang Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas, 110 Anak Terima Bantuan Rp250 Ribu
Dari sisi Indonesia, BNPP memastikan berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga kesiapan pelayanan di kawasan perbatasan.
"Alhamdulillah, seluruh persiapan telah dilakukan. Koordinasi dari sisi kepabeanan, imigrasi, karantina, hingga keamanan berjalan sangat baik dan mendukung kesiapan kita menerima perlintasan dari kedua negara, terutama untuk mendukung sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat," tegas Budi.
Ia menambahkan, dukungan penuh juga telah diberikan oleh berbagai instansi terkait, termasuk Bea Cukai dan Imigrasi, yang siap mengerahkan personel dan peralatan ketika jadwal pembukaan perlintasan telah disepakati bersama Malaysia.
"Begitu jadwal perlintasan ditetapkan, seluruh unsur pelayanan seperti Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina siap memobilisasi personel maupun sarana yang dibutuhkan, terutama dalam proses pemeriksaan orang dan barang," pungkasnya.
Pembukaan jalur perlintasan Temajuk-Telok Melano diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat hubungan sosial masyarakat perbatasan, serta membuka peluang baru bagi pengembangan sektor perdagangan dan pariwisata di Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat secara umum. (*)