Prabowo Tantang Penolak MBG, Sebut Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Rita Lismini June 25, 2026 04:39 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Selama ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak mendapat kritik dari berbagai kalangan. 

Tak sedikit yang meminta agar program MBG dihentikan karena anggarannya sangat fantastis. 

Tak cuma itu program MBG telah banyak menyebabkan siswa keracunan. 

Mirisnya saat ini mantan Kepala BGN dan dua wakilnya terseret kasus korupsi MBG yang mencapai triliunan. 

Untuk itu publik beramai-ramai meminta Prabowo agar menghentikan program MBG. 

Namun sayangnya, Prabowo tidak pernah mengindahkan permintaan tersebut. 

Prabowo malah tantang pendemo dan pengkritik MBG datang.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 yang berlangsung di Gorontalo pada Rabu (24/6/2026).

Prabowo menyoroti pandangan sejumlah kalangan yang menilai program pemberian makan gratis tersebut bukanlah sebuah prioritas mendesak.

Ia membantah keras anggapan tersebut.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar.

Saya kira enggak ada, lebih genting dari perut lapar," tegas Prabowo di hadapan ribuan peserta acara.

Menurut Prabowo, urusan pangan dan rasa lapar adalah permasalahan vital yang tidak bisa ditunda penyelesaiannya dengan alasan apa pun.

"Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati," imbuhnya.

Lebih lanjut, Eks Danjen Kopassus itu menantang para pengkritik program tersebut untuk turun langsung ke lapangan dan melihat realitas yang dihadapi oleh masyarakat bawah.

"Harusnya mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya.

Tanya itu petani nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" tantang Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan dan kelaparan saat ini adalah isu nyata di tingkat global.

Ia merujuk pada data dan peringatan resmi dari lembaga-lembaga internasional.

"Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif.

2 tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia.

Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi jadi 500 juta, ya? 700 juta. FAO memberi warning," pungkasnya.

Gelombang Unjuk Rasa Makin Meluas

Aksi demo yang diawali oleh mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univesitas Indonesia makin meluas ke berbagai daerah, termasuk Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Secara beruntun, mahasiswa turun ke jalan mengkritik kondisi terkini di Indonesia dan sejumlah kebijakan rezim Prabowo Subinato-Gibran Rakabuming Raka.

Hari ini, Rabu (24/6/2026), tiga aksi demonstrasi akan digelar di wilayah Jakarta Pusat.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan demonstrasi pertama akan dilakukan oleh massa dari DPD LSM Pijar Keadilan Demokrasi di depan Kantor Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Senen. 

Pada waktu yang sama, pukul 10.00 WIB, demonstrasi kedua akan digelar oleh massa dari Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA). 

Aksi ini berlangsung di depan Kantor Kementerian Kehutanan, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang. 

Sementara aksi ketiga dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Demonstrasi ini akan diikuti oleh massa dari Aliansi Cipayung Jakarta Barat bersama sejumlah elemen lainnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan selatan Monas, Gambir. 

Menurut Erlyn, sebanyak 1.597 personel gabungan kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa hari ini. 

Emak-emak Pendukung MBG Dapat Rp100 Ribu dan Wajan

Disisi lain yang menjadi sorotan yakni sekelompok emak-emak yang berdemonstrasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat pengakuan tentang bayaran untuk turun aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Mereka kompak mengenakan pakaian putih dengan kerudung merah serta membawa sejumlah peralatan dapur saat mengikuti jalannya aksi.

Sejumlah emak-emak terlihat membawa pulang perlengkapan dapur seperti wajan, panci, hingga saringan mi yang dibagikan sebelum kegiatan dimulai.

Tak hanya itu, konsumsi berupa roti, buah-buahan, dan susu kotak juga tersedia untuk massa selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Peserta aksi yang mengaku bernama Desy mengungkap adanya uang saku yang diberikan kepada peserta aksi.

“Ongkos ada lah buat jajan. Seratus (ribu rupiah) lah,” ungkap Desy secara blak-blakan saat menginjakkan kaki di area demonstrasi, Senin (22/6/2026), dilansir Tribunnews.com.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.