TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Provinsi Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XV.
Sulawesi Tengah unggul dalam pemungutan suara pada rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) di Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026).
Dalam proses voting yang diikuti perwakilan 38 provinsi (suara sah), Sulawesi Tengah meraih 27 suara, sementara 11 suara diraih Provinsi Sumatera Utara.
Hasil tersebut menetapkan Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara Pesparawi Nasional XV yang akan digelar setelah berakhirnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Tengah.
Baca juga: Wapres Gibran Buka Pesparawi XIV di Manokwari, Soroti Pentingnya Perdamaian untuk Pembangunan Papua
Ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk menyukseskan Pesparawi Nasional XV,” ujarnya.
Menurut Diah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama LPPD telah menyatakan kesiapan menyambut ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Berbagai fasilitas penunjang seperti akomodasi hotel, sarana transportasi, tempat perlombaan, hingga dukungan infrastruktur lainnya telah dipaparkan di hadapan peserta Munas.
Ia menegaskan, terpilihnya Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah menjadi momentum memperkenalkan potensi daerah, budaya, serta kerukunan umat beragama yang terjaga dengan baik di provinsi tersebut.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen dan tamu yang akan hadir. Harapannya, Pesparawi Nasional XV dapat berjalan sukses, membawa berkat, serta semakin mempererat persaudaraan umat Kristiani dari seluruh Indonesia,” katanya.
Pemerintah daerah dan LPPD Sulawesi Tengah kini mulai menyiapkan langkah strategis guna memastikan pelaksanaan Pesparawi Nasional XV berlangsung sukses dan berkesan bagi seluruh peserta dari 38 provinsi di Indonesia.