TRIBUNSUMSEL.COM, SIDOARJO – RY, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026).
RY yang berusia 50 tahun diketahui merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.
Penemuan jasad RY ini berawal dari kecurigaan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang mencium bau tidak sedap menyengat serta melihat adanya cairan misterius yang keluar dari bawah kabin mobil.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga mengaku tidak melihat adanya gelagat aneh maupun keluhan masalah dari korban.
Namun, suami RY sempat merasakan kejanggalan pada Sabtu pagi melalui sebuah pesan singkat (chat) yang dikirim dari ponsel RY.
Menurut keluarga, RY memiliki kebiasaan langsung menelepon jika ada keperluan, bukan berkirim pesan teks.
"Itu juga janggal, karena jarang chat biasanya langsung telepon. Tapi menurut suaminya, karakter ketikan di pesan itu seperti ketikan Bu RY, tapi kami juga tidak bisa memastikan siapa yang sebenarnya mengirim pesan," urai Kuasa Hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya.
Misteri inilah yang diharapkan dapat terjawab setelah isi ponsel korban berhasil dibuka oleh polisi.
Tak hanya kejanggalan komunikasi, pihak keluarga juga mendapati sejumlah barang berharga milik korban raib saat proses evakuasi dilakukan.
Beberapa perhiasan emas yang biasa melekat di tubuh RY diketahui hilang misterius.
"Yang hilang antara lain gelang emas di kedua tangan, kalung, serta cincin yang biasa dikenakan di jari tangan kanan. Yang tersisa hanya cincin di kiri dan anting di telinga kanan. Sedangkan posisi kerudung rapi dan saat ditemukan tidak berseragam," ungkap Risang merinci kondisi fisik korban.
Pihak kepolisian kini telah berhasil membuka ponsel milik korban yang sebelumnya sempat terkunci.
Keberhasilan membuka enkripsi telepon seluler (ponsel) korban ini diharapkan menjadi kunci penting bagi tim penyidik untuk melacak jejak digital, riwayat komunikasi, serta aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan bahwa gawai milik RY saat ini sudah berada di tangan penyidik dan siap dibedah untuk keperluan scientific crime investigation.
"Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka, insyaallah dari sana nanti ada petunjuk-petunjuk baru," tutur Risang saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Selain memeriksa isi ponsel korban, tim penyidik juga mendalami bukti dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di area Bandara Juanda.
Berdasarkan rekaman tersebut, mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP terlihat memasuki area parkir pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun, ada kejanggalan fatal yang tertangkap kamera.
Kemudi mobil tersebut tidak dipegang oleh RY, melainkan oleh seorang pria misterius yang mengenakan masker.
Sementara itu, kursi penumpang di samping pengemudi tampak direbahkan ke belakang.
Melihat visual tersebut, pihak keluarga menduga kuat bahwa RY sebenarnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa sebelum mobil dinas tersebut memasuki kawasan bandara.
"Kami menduga, ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal. Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja (bukan lokasi utama RY tewas)," kata Risang.
Risang menambahkan, saat jasad korban ditemukan pada Rabu (24/6/2026), posisi tubuh RY memang berada di kursi depan sebelah kiri dalam kondisi terlentang atau direbahkan, persis seperti yang terlihat di rekaman CCTV.
"Tapi yang pasti ada peristiwa seseorang yang membawa jenazah RY ke bandara untuk ditinggalkan. Ada yang berusaha menutupi peristiwa dari kematian RY, itu fakta dari CCTV," tegasnya.
Guna mengungkap tabir kematian yang dinilai penuh teka-teki ini, keluarga RY resmi membuat laporan polisi ke Polsek Sedati pada Rabu (24/6/2026) sore.
Langkah hukum ini diambil agar aparat dapat mengusut tuntas penyebab kematian korban, apakah murni karena faktor medis atau ada unsur tindak pidana pembunuhan.
Pihak keluarga juga telah memberikan izin penuh kepada tim dokter forensik untuk melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah RY.
Pada 2022 lalu, Johan Oemar (54) warga Jalan Pertiwi II No. Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB 1 Palembang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil yang dikendarainya, Senin (30/5/2022).
Tepatnya ketika itu dia sedang mengendarai mobil Toyota Rush putih bernomor polisi BG 1389 ZJ hendak menuju lampu merah simpang Patal Jalan R. Sukamto Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur III Palembang.
Kapolsek IT II kala itu, Kompol Fadilah Ermi Ersa Yani mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah laporan masyarakat terkait adanya orang pingsan di dalam mobil.
Polisi yang sedang bertugas mengatur lalu lintas lalu mendatangi mobil tersebut.
"Di situ dilihat mobil yang dibawa korban sudah menyenggol bagian belakang mobil Pick Up L200 yang ada di depannya," ujar dia.
Pada saat itu mobil korban masih dalam keadaan menyala.
Sedangkan korban sudah dalam kondisi tak sadarkan diri dalam posisi terlentang dan terduduk di bangku sopir.
Diduga korban memiliki riwayat penyakit jantung.
Selanjutnya jenazah korban atas permintaan keluarga dibawa ke rumah Sakit Charitas.