TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen instansi guna menekan angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Sumsel.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan "Koordinasi Pengembangan Program Pemberdayaan Instansi/Tempat Kerja Bersih Narkoba di Sumatera Selatan" yang dilaksanakan di ruang meeting Hotel Emilia di Jalan Letkol Iskandar No. 18, 24 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Brigjen Pol Hisar Siallagan, serta berbagai instansi pemerintahan di Sumatera Selatan dan Kota Palembang, termasuk Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab, Yudie Thirzano, yang diwakili oleh wartawan Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, mengungkapkan penyalahgunaan narkoba masih menjadi permasalahan serius sehingga diperlukan penguatan pencegahan, edukasi, dan pemberdayaan baik di kalangan masyarakat maupun instansi pemerintahan.
Sehingga, diperlukan pencegahan dan kerja sama instansi pemerintahan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari gelapnya pengedaran narkoba.
"Kita cukup tinggi penyalahgunaan narkotika di Sumatera Selatan. Dalam survei prevalensi tersebut kita di peringkat 2 tertinggi di bawah Sumut dengan 6,5 persen, diikuti Sumsel dengan 5 persen, DKI Jakarta dengan 3,3 persen, Sulawesi Tengah 2,8 persen, serta Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 2,3 persen," ujar Hisar.
Dalam acara ini juga, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba di kalangan masyarakat yang kerap digunakan sehari-hari.
Dengan adanya Koordinasi Pengembangan Program Pemberdayaan Instansi di Tempat Kerja bersama BNN.
Hal ini diharapkan menjadi kerja sama antara instansi pemerintah dan instansi swasta yang dapat menekan angka narkotika di lingkungan kerja dan di lingkungan keluarga.
"Tujuannya dengan diadakannya agar dapat menekan angka peredaran narkotika di lingkungan kerja dan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk berani menekan angka narkotika di Sumatera Selatan dengan melaporkan peredaran dan pemakai narkotika di kalangan warga dan lingkungan pekerjaan.
Menurutnya, ini suatu hal yang penting untuk mengetahui dan menekan angka peredaran narkotika yang mengkhawatirkan di Sumatera Selatan.
Dengan melaporkan dan bukti yang jelas, tentu akan sangat membantu BNN Sumsel dalam menekan peredaran dan penggunaan barang haram tersebut.
"Untuk masyarakat yang melaporkan dijamin aman data pribadinya. Bagi masyarakat yang ingin melaporkan, bisa di call center BNNP Sumsel di nomor 0898-3333-022," tutupnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com