90 Tahun BJ Habibie, Mimpi Sang Insinyur Dunia Lahir di Sisi Pelabuhan Parepare
Alfian June 25, 2026 06:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - 90 tahun yang lalu, tepatnya Kamis, 25 Juni 1936 di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), lahir seorang putra dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Namanya, Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal BJ Habibie yang merupakan Presiden Indonesia ke-3.

Di hari kelahirannya ini, ingatan kolektif bangsa kembali diarahkan pada sebuah mimpi besar tentang teknologi yang dirajut dari sebuah rumah sederhana di masa Habibie kecil.

Di Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare berdiri rumah sederhana yang berbatasan langsung dengan pelabuhan.

Di sanalah Rudy (panggilan masa muda Habibie) menghabiskan masa waktu kecilnya bersama 7 saudaranya.

Tribun-Timur.com, menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah masa kecil Habibie didampingi budayawan Parepare sekaligus penulis dan peneliti tentang BJ Habibie, Ibrah La Iman, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Kisah Rehan Pengagum BJ Habibie Sukses Temukan Celah Keamanan Situs NASA

BJ Habibie sebelum wafat. Menteri Keuangan RI Srimulyani mantan Wapres, Boediono mengenang kebaikan presden ke-3 RI BJ Habibie saat peringatan 1.000 hari wafatnya BJ Habibie
BJ Habibie sebelum wafat. Menteri Keuangan RI Srimulyani mantan Wapres, Boediono mengenang kebaikan presden ke-3 RI BJ Habibie saat peringatan 1.000 hari wafatnya BJ Habibie (Tribunnews.com)

Saat memasuki ruang utama, sejumlah foto Habibie kecil terpajang di setiap sudut tembok.

"Di sinilah pak Habibie menghabiskan masa kecilnya. Di sinilah mimpi itu berawal," kata Ibrah tersenyum tipis.

Tepat di samping rumah, berdiri megah Museum BJ Habibie. Di dalamnya memamerkan sejumlah miniatur pesawat rancangan BJ Habibie dari N-250 hingga miniatur R-80 rancangan pesawat terakhirnya.

Tak hanya itu, busana, topi hingga sepatu kulit bermerk Testoni Bologna Italia, brand yang cukup terkenal pada tahun 1929 yang merupakan sepatu favorit Habibie dipajang di sana.

Ibrah menggambarkan Habibie kecil sebagai sosok yang unik. Seorang anak yang cenderung introvert namun memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Kata dia, Habibie memiliki fokus dan rasa ingin tahu yang sangat besar, terutama terhadap buku.

"Pak Habibie itu termasuk introvert, nanti setelah membaca buku baru meninggalkan kamarnya. Kalau tidak selesai dibaca, dia tidak mau pergi bermain, walaupun dipanggil berulang kali. Jika pak Habibie menyukai suatu hal, dia akan mencurahkan seluruh energinya untuk mendalami hal itu," ungkapnya.

Menariknya, Ibrah juga menggunakan istilah modern untuk menggambarkan sisi puitis Habibie kecil.

"Pak Habibie itu anak senja, dia anak skena sebenarnya. Karena rumahnya ini berbatasan dengan laut. Jadi setiap sore, setiap senja terbenam, dia suka bikin puisi, membaca, menulis. Di situ mungkin imajinasinya tumbuh dengan kondisi yang ada di sekitarnya," ucapnya.

Menurutnya, fondasi dasar Habibie menjadi seorang insinyur pesawat terbang dunia tidak dimulai saat ia menginjakkan kaki di Jerman, melainkan dari rumah masa kecilnya ini.

"Yang paling penting dari museum ini adalah ingatan dari Pak Habibie. Beliau mencita-citakan, mendesain, dan merancang pesawat itu bukan pada saat dia di Jerman. Tapi mimpi itu berasal saat dia tidur di rumah ini," jelas penulis buku Kappala Luttu ini.

Esensi utama dari Museum BJ Habibie adalah menyebarkan inspirasi dan database awal kehidupan sang teknokrat kepada generasi penerus, khususnya anak-anak dan anak muda yang sedang berkreativitas.

Setiap sudut museum dirancang untuk menghidupkan kembali memori masa lalu melalui barang-barang personal milik Habibie.

"Itu semua ingatan yang kami ingin ungkit dalam museum ini," jelas Ibrah.

Habibie dan keluarganya baru meninggalkan Kota Parepare dan pindah ke Kota Makassar pada tahun 1945.

Setelah ayahnya meninggal karena serangan jantung tahun 1950, Habibie melanjutkan sekolah ke Bandung hingga menyelesaikan kuliahnya di ITB.

Kemudian akhirnya Habibie mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

Profil BJ Habibie

Nama : Bacharuddin Jusuf Habibie

Tempat, Tanggal Lahir : Parepare, 25 Juni 1936

Istri : Hasri Ainun Habibie

Jabatan :

Kepala Otorita Batam ke-3 periode Maret 1978-1998

Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia masa jabatan 19 Maret 1978-11 Maret 1998

Wakil Presiden Indonesia ke-7 masa jabatan 11 Maret 1998-21 Mei 1998

Presiden Indonesia ke-3 masa jabatan 21 Mei 1998-20 Oktober 1999.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.