TRIBUNGORONTALO.COM -- Nama Ginka Febriyanti Ginting mendadak menjadi perhatian publik setelah ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), perusahaan yang berada di bawah naungan PT Pertamina (Persero) dan bergerak di bidang ritel energi.
Penunjukan tersebut memunculkan beragam respons karena Ginka dikenal sebagai Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON), organisasi yang sempat ramai diperbincangkan dalam sejumlah isu politik nasional.
Mengacu pada laporan Tempo, BISON dibentuk sebagai bagian dari kelompok pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Baca juga: Menko Pangan Dorong Peningkatan Produksi Jagung Nasional, Panen Raya Gorontalo Hasilkan 210 Ton
Organisasi itu juga disebut terlibat dalam dukungan politik kepada pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah pada Pilgub Banten 2024.
Nama BISON kembali menjadi perbincangan saat terjadi gelombang demonstrasi pada Agustus 2025.
Organisasi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan pengorganisasian massa yang ditugaskan untuk menghadang aksi mahasiswa.
Karena latar belakang itulah, pengangkatan Ginka di salah satu anak usaha Pertamina ikut menarik perhatian masyarakat dan menjadi bahan diskusi di media sosial.
Lalu siapa sebenarnya Ginka Febriyanti Ginting?
Ginka merupakan salah satu figur utama di lingkungan BISON atau Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional.
Organisasi tersebut dikenal sebagai kelompok relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu Presiden 2024.
Nama belakang Ginting menunjukkan dirinya berasal dari komunitas Batak Karo, mengingat marga tersebut merupakan salah satu marga yang dikenal dalam budaya Karo.
Masa kecil hingga pendidikan menengahnya dijalani di wilayah Tanah Karo sebelum melanjutkan studi ke Jakarta.
Di bidang pendidikan, Ginka menyelesaikan program Sarjana Akuntansi di Universitas Esa Unggul pada 2019.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus yang sama dan memperoleh gelar Magister Manajemen pada 2023.
Aktivitas organisasinya telah dimulai sejak masa kuliah. Ia diketahui pernah memimpin Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia (AMAN).
Selain itu, Ginka juga dipercaya mengemban peran koordinatif di BISON Indonesia yang menjadi wadah berbagai kegiatan relawan dan kepemudaan.
Nama organisasi tersebut kembali mencuat ketika demonstrasi yang berlangsung pada Agustus 2025 menjadi perhatian publik.
Dalam sejumlah laporan, BISON disebut terlibat dalam penggalangan massa yang diduga menerima bayaran untuk mengikuti aksi tertentu.
Tempo melaporkan bahwa organisasi itu mengumpulkan sekitar 70 orang guna mengantisipasi pergerakan mahasiswa saat demonstrasi berlangsung.
Massa yang dihimpun disebut menerima uang sebesar Rp90 ribu per orang.
Dengan jumlah peserta tersebut, dana yang digunakan mencapai Rp6,3 juta dan disebut berasal dari kas internal organisasi.
Informasi itu muncul berdasarkan hasil penelusuran Komisi Pencari Fakta (KPF).
KPF merupakan kelompok masyarakat sipil yang dibentuk untuk menghimpun serta memverifikasi berbagai informasi terkait demonstrasi besar yang terjadi pada 2025.
Dalam proses pengumpulan data, ditemukan sejumlah pengakuan dari peserta aksi yang menyebut mereka dikoordinasikan oleh BISON.
Temuan tersebut membuat nama Ginka turut menjadi sorotan.
Saat memberikan keterangan, Ginka menyatakan bahwa BISON memiliki organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) yang disebut sebagai mitra Kepolisian Republik Indonesia.
Sementara itu, hasil investigasi KPF menyebut BISON menerima arahan dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri pada 29 Agustus 2025.
Keterangan tersebut merujuk pada pengakuan Ebyn Atsil Majid yang menjabat sebagai Bendahara BISON. (*)