TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemandangan di kawasan depan Pura Dalem Serangan, Denpasar, mendadak berubah memikat pada Kamis 25 Juni 2026.
Lima buah penjor hias berukuran raksasa berdiri dengan megah dan anggun di sepanjang jalan Pulau Serangan, sukses mencuri perhatian setiap warga dan wisatawan yang melintas.
Deretan penjor megah ini bukan sekadar hiasan biasa, melainkan buah karya seni dari generasi muda (yowana) di Desa Adat Serangan yang tengah berkompetisi dalam ajang lomba penjor hias.
Menggabungkan pakem ornamen tradisional Bali dengan sentuhan kreativitas modern, karya-karya ini lahir dari tangan-tangan pemuda Banjar Ponjok, Banjar Kaja, Banjar Kawan, Banjar Peken, dan Banjar Dukuh.
Baca juga: Pendaftaran SPMB Bali Tahap II Segera Dibuka, Nilai TKA dan Rapor Jadi Penentu
Jro Bendesa Adat Serangan, Jro Nyoman Gede Pariartha, mengungkapkan bahwa festival ini digelar sebagai wadah bagi generasi muda setempat untuk menyalurkan bakat seni sekaligus menjaga kelestarian tradisi leluhur.
“Dari enam banjar yang ada di serangan, namun karena berhalangan satu banjar tidak bisa ikut, yakni Banjar Tengah,” katanya.
Ia menambahkan, pembuatan penjor hias ini juga menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Pujawali di Pura Sakenan yang jatuh bersamaan dengan Hari Raya Kuningan pada Sabtu 27 Juni 2026.
Semangat gotong royong para yowana terlihat sangat kental, di mana mereka rela meluangkan waktu dan tenaga demi menyajikan karya terbaik bagi banjarnya.
“Ini yang ketiga lomba penjor, dan disambut antusias luar biasa oleh para yowana. Bahkan mereka begadang agar bisa mempersembahkan yang terbaik,” ujarnya.
Baca juga: Bawa Baju Ganti ke Tempat Kerja, Loyalis Oranje Bali Siap Kawal Belanda jadi Juara Grup Piala Dunia
Kerja keras para pemuda ini tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Mulai dari berburu bahan baku, merangkai anyaman janur yang rumit, hingga proses mendirikan bambu penjor berukuran besar.
“Kami dari desa adat juga memberikan dukungan. Karena satu penjor ini menghabiskan biaya di atas Rp 5 juta,” tandasnya.
Suksesnya penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari peran PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai inisiator awal. Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara pihak swasta dan masyarakat lokal.
"Ini adalah kolaborasi dari BTID dengan warga Serangan, khususnya bagi pemuda-pemudi Serangan. Dalam rangka memperingati atau ikut menyemarakkan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu nanti, 27 Juni, dan tentu saja bertepatan dengan acara Pujawali Pura Dalem Sakenan," ujarnya.
Zefri memaparkan bahwa festival ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan kini telah bertransformasi menjadi agenda rutin setiap momentum Galungan dan Kuningan.
"Ini memang kami laksanakan secara rutin. Kami menginisiasi ini sudah yang kali ketiga. Jadi memang setiap Galungan dan Kuningan pasti BTID bekerja sama dengan pemuda-pemudi Serangan untuk menyelenggarakan Festival Penjor," katanya.
Baca juga: Pemkab Jembrana Bentuk Tim Bersama dengan Kanwil DJP Bali, Upaya Optimalkan Penerimaan Pajak
Untuk menyokong jalannya festival tahun ini, dana stimulus mendekati Rp50 juta telah dialokasikan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang disokong penuh oleh BTID, kali ini kerja sama meluas dengan menggandeng 10 mitra sponsor.
Meskipun partisipasi banjar menyusut menjadi lima banjar saja karena absennya Banjar Tengah, kompetisi tetap berjalan sengit.
Panitia pun telah menyiapkan apresiasi berupa dana pembinaan bagi para pemenang, dengan rincian Juara I Rp5.000.000, Juara II Rp4.000.000 dan Juara III Rp3.000.000.
Tak berhenti di festival ini, BTID berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi yowana Serangan dalam proyek komersial skala besar.
Salah satunya adalah keterlibatan mereka dalam agenda soft opening Sira Village Grand Outlet Bali yang ditargetkan terealisasi akhir Juli mendatang.
"Harapannya dengan kami menggandeng pemuda-pemudinya, kita bisa maju bersama. Karena seperti yang kita tahu, bulan depan di akhir Juli ada soft opening Sira Village Grand Outlet Bali.
Kami harapkan pemuda-pemudi Serangan ini juga bisa membantu untuk mendekorasi ketika ada soft opening itu. Tentu saja akan ada 50 penjor juga di sana," ujarnya. (*)