TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura merespons keterlibatan sejumlah pelajar SD dan SMP dalam pawai mendukung Makan Bergizi Gratis depan kantor Wali kota dan DPRD Batam, Minggu (21/5/2026).
Menurut politisi Partai Gerindra itu, kegiatan tersebut diajukan sebagai pawai untuk mendukung keberlanjutan program MBG.
Ia menegaskan jika kegiatan itu bukan berfokus pada penyampaian orasi oleh pelajar.
Karena itu, menurutnya, muncul dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar program tersebut dipertahankan.
Baca juga: LPA Kritik Keterlibatan Pelajar saat Pawai Dukung MBG di Batam: Bukan Ranah Anak Turun ke Jalan
Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan eksploitasi anak dalam kegiatan tersebut, Politisi Gerindra ini menilai pelajar yang hadir tidak terlibat dalam penyampaian orasi.
Menurutnya, anak-anak hanya mengikuti kegiatan pawai sebagaimana peserta kegiatan masyarakat pada umumnya.
Karena itu, informasi yang diketahuinya merujuk pada permohonan kegiatan yang disebut sebagai pawai.
"Kalau saya lihat dari permohonan acaranya, itu pawai untuk memperjuangkan agar MBG tetap berjalan," terangnya.
Saat ditanya mengenai pelibatan sejumlah pelajar dalam jumlah banyak dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Kepri tidak memberikan penilaian secara spesifik.
Namun ia kembali menegaskan bahwa yang diketahuinya adalah kegiatan pawai yang mendukung keberlanjutan program MBG.
Baca juga: Kadisdik Batam Bantah Kerahkan Guru dan Siswa Ikut Pawai Dukung MBG: Kami Hanya Menawarkan
Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tetap fokus mengawal pelaksanaan Program MBG sesuai petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan lebih diarahkan pada aspek pelaksanaan program, seperti sanitasi, kelengkapan fasilitas, serta pemenuhan standar yang telah ditetapkan.
"Kami dari daerah mengawasi dan ikut sama-sama mengawal program Asta Cita agar program ini tetap berjalan," katanya.
Sebelumnya, pawai dukungan MBG di Batam diikuti ratusan pelajar, guru dan orang tua murid.
Kegiatan tersebut diwarnai pawai, penggunaan mobil komando, serta penyampaian orasi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Pelibatan pelajar dalam kegiatan itu kemudian menuai sorotan dari sejumlah pihak.
Komisi IV DPRD Batam sebelumnya menyatakan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam untuk meminta penjelasan terkait konsep dan tujuan kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)