TRIBUNBATAM.id - Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi penganiayaan berat yang terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Seorang pria asal Kalibaru Barat, Jakarta Utara, berinisial SA (40), nekat menikam mantan kekasihnya, Desinta Patriani (39).
Insiden berdarah ini dipicu lantaran pelaku kesal panggilan telepon dan pesan singkatnya terus diabaikan oleh korban.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di Wisma Mallise, Jalan MT Haryono, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 13.15 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan pelaku sebelumnya sempat menjalin hubungan asmara namun telah kandas.
Setelah putus, SA berulang kali mencoba menghubungi Desinta yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut.
Karena tidak kunjung mendapat respons, pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta ini nekat mendatangi tempat tinggal korban di Wisma Mallise untuk meminta penjelasan.
Setibanya di lokasi, SA mempertanyakan alasan pesan dan panggilannya yang diabaikan.
Percakapan yang awalnya biasa saja langsung berubah menjadi pertengkaran hebat.
Dalam kondisi emosi yang memuncak, SA diduga mengambil sebilah pisau dan menyerang korban hingga menyebabkan luka robek pada bagian pergelangan tangan.
Kapolsek Tanete Riattang, AKP Budiawan, membenarkan adanya motif asmara di balik motif penganiayaan ini.
"Kejadian berawal dari persoalan pribadi antara korban dan pelaku. Saat terjadi pertengkaran, pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka," ujar AKP Budiawan saat dikonfirmasi.
Pelaku Sempat Kabur dan Tabrak Jendela Kaca
Mendengar keributan tersebut, pihak keluarga korban segera datang untuk melerai dan sempat mengamankan SA agar tidak kembali menyerang.
Namun, pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saat berusaha kabur, pelaku menabrak jendela kaca rumah korban hingga pecah berantakan.
Akibatnya, selain menyebabkan kerusakan pada rumah korban, SA juga mengalami luka-luka akibat pecahan kaca tersebut.
Aksi keributan ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang terkejut, karena lingkungan tersebut dikenal aman dan kondusif.
Salah seorang warga berinisial AA mengaku sempat mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban.
"Kami dengar ada suara ribut dan teriakan dari dalam rumah. Tidak lama kemudian warga mulai berdatangan untuk melihat apa yang terjadi," ungkap AA, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Pesan Terakhir IRT di Pekalongan sebelum Ditemukan Tewas oleh Suaminya
Polisi Amankan Pelaku dan Sita Barang Bukti
Tidak butuh waktu lama setelah menerima laporan, tim gabungan Unit IV Sat Intelkam Polres Bone bersama Unit Opsnal III Reskrim Polsek Tanete Riattang langsung bergerak cepat mendatangi TKP.
Petugas berhasil mengamankan pelaku SA dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kepada pihak kepolisian, SA mengakui telah membuang pisau yang digunakannya untuk menikam korban. Saat ini, polisi masih melakukan penyisiran untuk mencari barang bukti senjata tajam tersebut.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya:
Satu unit sepeda motor custom bernomor polisi B 3992 KGA.
Satu buah tas samping milik terduga pelaku.
"Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Tanete Riattang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tegas AKP Budiawan.
Menyikapi kejadian ini, AKP Budiawan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menghadapi masalah asmara maupun persoalan pribadi lainnya, tanpa harus menggunakan jalan kekerasan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan masalah. Tindakan kekerasan hanya akan menimbulkan korban dan berujung pada proses hukum," tandasnya.
(TribunBatam.id)