Kondisi Korban Penyekapan Bandung yang Butuh Rekonstruksi Estetika Wajah, Isu Hamil & Keguguran
Talitha Daren June 25, 2026 05:07 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kondisi YTR, korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh TR, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif meski masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memastikan pendampingan terhadap korban terus dilakukan secara menyeluruh.

Upaya tersebut mencakup pemulihan kesehatan fisik, layanan psikologis, hingga perlindungan hukum selama proses penanganan kasus berlangsung.

Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, menyebut kebutuhan utama korban saat ini adalah pemulihan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Selain itu, korban juga berpeluang mendapatkan tindakan rekonstruksi estetika wajah untuk membantu proses pemulihan pascakekerasan yang dialaminya.

Menurut Siska, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri korban dalam menjalani proses hukum maupun menata kembali kehidupannya.

Sejak kasus ini terungkap, DP3AKB Jabar bersama UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya penanganan.

Pendampingan diberikan secara berkelanjutan agar korban memperoleh perlindungan dan hak-haknya secara optimal.

Pemerintah juga berupaya memastikan YTR dapat pulih secara fisik maupun mental serta terhindar dari trauma berkepanjangan.

Baca juga: Gelagat Taufik Hidayat ke Orang Tua, Ayah Pernah Dipukul Kayu Karena Tak Sediakan Makan, Lalu Kabur

Rekonstruksi Estetika Wajah

"Kebutuhan pertama terkait perawatan medis baik yang bersifat pemulihan maupun upaya-upaya rekonstruksi estetika wajah yang tentunya akan menambah rasa kepercayaan diri korban dalam melewati proses hukum juga menata dirinya kembali," ujar Siska, Kamis (25/6/2026).

Siska mengatakan, DP3AKB Jabar melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jawa Barat, telah melakukan serangkaian langkah penanganan sejak kasus tersebut terungkap.

Langkah itu di antaranya berkoordinasi dengan dokter forensik RSHS terkait identitas korban, berkoordinasi dengan Ditres PPA dan PPO Polda Jabar, mendampingi keluarga korban saat membuat laporan polisi, hingga mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan penyidik Polda Jabar terkait agenda pemeriksaan korban yang sempat dijadwalkan ulang.

Baca juga: Perangai Taufik Hidayat Saat Kecil Terungkap, Dua Saudara Juga Berperilaku Mirip, Sering Berkelahi

KASUS PENYEKAPAN BANDUNG - Mantan atasan tersangka Taufik Hidayat, Dadang Ahyar Ismail (53), saat diwawancarai di kediamannya di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026).
WANITA DISIKSA PACAR - Kondisi terkini korban penyekapan Bandung yang butuh rekonstruksi estetika wajah (KOMPAS.com/M. Elgana Mubarokah)

Kondisi Fisik dan Psikologis Korban

Dalam proses pemulihan, DP3AKB Jabar turut melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis korban dapat pulih secara bersamaan.

"Untuk kerja sama dengan tenaga medis, psikologis dan lembaga lainnya dalam proses pemulihan korban dengan berkoordinasi terus dijalani baik dilakukan rencana pendampingan psikologi melalui UPTD PPA Jabar, kemudian dukungan psikologi keluarga melalui UPTD PPA Kabupaten Bandung, koordinasi juga dengan RSHS, Dinkes Jabar serta lembaga terkait lainnya," katanya.

Menurutnya, penanganan kasus kekerasan berat seperti yang dialami YTR memiliki tantangan tersendiri, terutama menjaga agar proses hukum tidak mengganggu proses pemulihan korban.

"Tantangan terbesar adalah bagaimana supaya pemulihan fisik dan psikis korban, bisa berjalan sekaligus saat dilakukan pemeriksaan, baik untuk proses hukum atau pemeriksaan psikologi, hal tersebut tidak menjadi pemantik yang memperparah proses pemulihan," ucapnya.

DP3AKB Jabar juga memastikan pendampingan terhadap korban dan keluarga akan terus diberikan, mulai dari pendampingan pelaporan kepolisian, pendampingan kasus, layanan psikologi, hingga koordinasi dengan Polda Jabar dan LPSK terkait pemenuhan hak korban.

"Layanan diberikan minimal sampai proses vonis hukum," kata Siska.

Baca juga: Sadis Siksa YTR, Perilaku Brutal Taufik Hidayat juga jadi Penyebab Ibu Wafat, Pukul Ayah Pakai Kayu

WANITA DISEKAP PACAR - Taufik Hidayat sempat kabur tapi balik lagi karena paranoid, keberadaan terendus lewat transaksi misterius, ditempatkan di sel khusus
WANITA DISIKSA PACAR - Kondisi terkini korban penyekapan Bandung yang butuh rekonstruksi estetika wajah (Instagram/via TribunBogor)

Isu Soal Keguguran

Terkait informasi mengenai kemungkinan riwayat kehamilan atau keguguran yang dialami korban, DP3AKB Jabar menyatakan hingga kini belum dapat memastikannya.

"Riwayat hamil dan keguguran belum diketahui, karena keluarga baru bertemu lagi setelah 3 tahun, dan pada korban karena terkait kondisi medis, belum dilakukan asesmen," katanya.

DP3AKB Jabar mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang belum dikenal baik.

"Sebaiknya masyarakat khususnya perempuan, berhati-hati saat berkomunikasi dan menolak bepergian dengan orang lain yang belum dikenal baik atau belum diketahui asal usulnya," katanya.

Siska meminta masyarakat segera melapor, apabila mengetahui dugaan kasus kekerasan di lingkungan sekitar.

"Jika masyarakat, pihak keluarga, atau aparat daerah setempat melihat, mendengar di lingkungan sekitar terjadi dugaan kasus kekerasan sebaiknya segera melapor kepada aparat penegak hukum atau kepada UPTD PPA Jabar di nomor hotline 085222206777," ucapnya.

(TribunTrends/TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.