POS-KUPANG.COM, KUPANG – Penantian panjang masyarakat Dusun Trans Kapitan, Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka akhirnya berbuah manis.
PT PLN (Persero) berhasil merampungkan seluruh tahapan pembangunan jaringan listrik desa—mulai dari sosialisasi, pematokan, konstruksi, hingga tahap akhir komisioning jaringan yang sukses dilaksanakan pada Selasa (22/06).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mewujudkan keadilan energi dan mengikis ketimpangan infrastruktur hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kini, 124 kepala keluarga di dusun tersebut bersiap menyambut babak baru kehidupan yang lebih terang dan produktif.
Baca juga: PMKRI Malaka Soroti Lambannya Penanganan Kasus Kematian Samuel Fahik di Laenmanen
Untuk menghadirkan terang di Dusun Trans Kapitan, PLN membangun infrastruktur kelistrikan yang cukup masif, meliputi: 4,01 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM)
10,93 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 2 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 100 kVA
Infrastruktur ini disiapkan untuk melayani proses pasang baru bagi sedikitnya 124 calon pelanggan dalam waktu dekat.
Kepala Desa Kapitan Meo, Antonius Tuna, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian ini. Mewakili warganya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN.
“Atas nama masyarakat Desa Kapitan Meo, khususnya Dusun Trans Kapitan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) UIW NTT. Listrik yang selama ini kami impikan akhirnya hadir. Ini adalah kebahagiaan besar yang akan menjadi awal dari berbagai perubahan positif bagi kesejahteraan warga kami,” ungkap Antonius emosional.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menjelaskan bahwa tantangan geografis bukan penghalang bagi PLN untuk menghadirkan keadilan energi.
“Hadirnya listrik di Dusun Trans Kapitan bukan sekadar mengalirkan arus energi, tetapi tentang membuka gerbang peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Kami berharap listrik ini dapat langsung mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mendukung anak-anak belajar di malam hari, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” jelas Koko.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F Eko Sulistyono. Ia menegaskan bahwa pemerataan akses listrik adalah fondasi utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT.
“Setiap rumah yang kini menyala adalah simbol lahirnya kesempatan baru. Listrik tidak hanya menerangi ruang fisik, tetapi juga membuka akses terhadap informasi, pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan optimal, dan kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
PLN akan terus bergerak, menembus batas-batas wilayah yang belum terjangkau, agar seluruh masyarakat NTT dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” tegas Eko.
Dengan selesainya proses komisioning, PLN mengimbau kepada seluruh calon pelanggan di Dusun Trans Kapitan untuk segera melakukan proses sambung baru.
Kolaborasi yang apik antara PLN, pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat setempat diharapkan dapat terus terjaga, membawa Dusun Trans Kapitan melangkah mantap menuju masa depan yang lebih cerah dan mandiri. (*)