Ditempatkan Dekat Kawasan Industri, Kades Sampih Bantah Isu Koperasi Desa Berada di Jalan Buntu
raka f pujangga June 25, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, kini telah mencapai sekitar 98 persen.

Di tengah berbagai sorotan terkait lokasi pembangunan, Pemerintah Desa Sampih tetap optimistis koperasi tersebut akan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Koperasi Desa di Wonogiri Viral Lokasi di Tengah Hutan, Danramil Ungkap Alasan Pembangunan

Kepala Desa Sampih, M. Abi Soleman, mengatakan pembangunan KDMP saat ini hanya menyisakan pekerjaan akhir, seperti pemasangan beberapa fasilitas pendukung.

Ia menargetkan, koperasi tersebut segera siap digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.

20260625_Koperasi Desa Merah Putih KDMP Desa Sampih, Pekalongan_2
PROGRES PEMBANGUNAN KDMP - Progres pembangunan KDMP Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan yang mencapai pembangunan 98 persen, Kamis (25/6/2026).

Menurut Abi, pemilihan lokasi KDMP bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan telah melalui pembahasan panjang bersama masyarakat dalam forum Musyawarah Desa (Musdes).

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan potensi perkembangan wilayah di masa mendatang.

Ia menjelaskan, Desa Sampih memiliki tanah kas desa yang cukup luas.

Namun sebagian besar berada di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sehingga tidak diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas ekonomi.

Karena itu, pemerintah desa memilih memanfaatkan tanah kas desa eks bengkok yang berada di zona kuning dan dinilai lebih strategis.

"Penentuan lokasi ini yang berada di dekat pabrik sepatu yang berlokasi di Desa Wangandowo, Bojong, dan Desa Sampih sudah melalui rembuk desa bersama tokoh masyarakat, dan lembaga desa. Kami memikirkan kebutuhan desa untuk jangka panjang ujarnya, kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/6/2026).

Abi menilai, keberadaan KDMP di dekat kawasan industri memiliki prospek yang menjanjikan.

Lokasi tersebut berada di sekitar area yang setiap hari dilalui ribuan pekerja pabrik, sehingga berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang besar.

"Kehadiran koperasi desa di kawasan tersebut tidak hanya melayani kebutuhan warga Desa Sampih, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar dan para pekerja yang beraktivitas di kawasan industri," imbuhnya.

Selain itu, ia juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait akses menuju lokasi KDMP yang disebut berada di jalan buntu.

Menurutnya, jalan di depan bangunan koperasi merupakan jalan desa yang selama ini digunakan warga sebagai jalur penghubung menuju permukiman.

"Dari lokasi KDMP ke permukiman warga hanya sekitar 200 meter. Jalan ini sudah ada sejak lama, dan digunakan warga maupun karyawan sebagai akses jalan pintas," ujarnya.

Pemerintah desa juga telah menyiapkan rencana pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Taman Budaya, Seniman Banyumas: Kegiatan Lagi Mulai Padat

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, jalan yang ada saat ini diproyeksikan akan tersambung hingga kawasan asrama YONIF 407 sehingga aksesibilitas kawasan semakin baik.

Di samping itu, jalan menuju KDMP juga direncanakan akan diaspal melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pabrik sepatu yang berada di sekitar lokasi.

"Dengan progres pembangunan yang hampir rampung dan dukungan pengembangan kawasan industri di sekitarnya, kami optimistis KDMP akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong perkembangan usaha masyarakat dan meningkatkan pendapatan desa di masa mendatang," tambahnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.