Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia C. Seran, menegaskan seluruh wilayah Manggarai Barat saat ini telah memasuki musim kemarau.
“Secara klimatologis Manggarai Barat sudah memasuki musim kemarau sejak pertengahan April. Puncaknya diperkirakan terjadi pada September nanti,” ujar Maria saat diwawancarai, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun lebih kering dan lebih panjang dari normalnya karena pengaruh fenomena El Nino. Selain itu dinamika atmosfer global turut membuat curah hujan lebih rendah dari biasanya.
Kondisi itu menyebabkan kelembapan udara menurun, suhu meningkat, dan vegetasi mulai mengering kombinasi yang sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Baca juga: Musim Kemarau di Indonesia Tahun 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang Dibanding Normalnya
Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla juga mengintai kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Wilayah ini rentan karena didominasi padang savana serta topografi pesisir yang lebih cepat mengalami kekeringan.
“Kalau di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, potensi lebih tinggi karena banyak area savana dan rumput kering. Api bisa lebih cepat menyebar apalagi saat angin kencang,” ujarnya.
Beberapa hari terakhir, Labuan Bajo masih diguyur hujan ringan dan cuaca mendung. Namun, pihaknya mengingatkan potensi ancaman kebakaran lahan bisa meningkat karena kekeringan.
Menurut Maria, hujan ringan yang terjadi tidak cukup untuk mengembalikan kelembapan tanah maupun menghijaukan kembali vegetasi.
Baca juga: Musim Kemarau di Indonesia Bagian Selatan Menguat, BMKG: Waspada Kekeringan Meteorologis
Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah mengirim surat peringatan kepada sejumlah OPD di Manggarai Barat, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, BPBD, hingga Balai Taman Nasional Komodo.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan perbukitan dan savana seperti Bukit Sylvia diminta lebih berhati-hati, terutama tidak membuang puntung rokok di area rumput kering.
“Kalau menemukan titik api atau kebakaran kecil, segera laporkan agar bisa cepat ditangani sebelum meluas,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan warga untuk mulai bijak menggunakan air bersih, mengingat potensi kekeringan diperkirakan akan semakin meningkat menjelang puncak musim kemarau pada September mendatang.