TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan kapasitas pengelola data di tingkat daerah dan desa.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan pemanfaatan Pusat Operasi Penurunan Stunting (POPS), platform monitoring stunting terintegrasi yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola POPS Lombok Barat yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pada 24-25 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat bekerja sama dengan Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation.
POPS merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai data terkait kondisi gizi anak, ibu hamil, dan calon pengantin dalam satu dashboard. Data yang berasal dari sejumlah platform pemerintah tersebut diperbarui secara berkala untuk membantu pemerintah daerah dan desa melakukan analisis serta menentukan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
Baca juga: Jadi Lokus Nasional, Lombok Timur Dikunjungi Tim Monitoring Penurunan Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, mengatakan penguatan kapasitas pengelola POPS menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting.
"Manfaatkan momen ini untuk belajar dan berproses bersama. Penguatan kapasitas ini penting agar kita semakin siap dalam menjalankan peran masing-masing dalam upaya penurunan stunting," ujar Erni saat membuka kegiatan.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tanoto Foundation memberikan dukungan melalui penguatan kapasitas para pengelola POPS. Regional Lead Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menekankan pentingnya peran data dalam mendukung keberhasilan program penanganan stunting.
"Data sangat penting dalam penanganan stunting, dan ketika pengelola data memiliki pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi yang kuat, maka upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan dengan lebih baik," kata Roselina.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan data POPS, penguatan koordinasi lintas sektor, serta strategi kolaborasi untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Lombok Barat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap penguatan kapasitas ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan data sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
(*)