Aksi Mahasiswa di Depan DPRD Kabupaten Blitar Sempat Tegang, Peserta Aksi Bakar Ban
Rendy Nicko June 25, 2026 07:46 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Aksi aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Blitar Raya sempat memanas di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026).

Para mahasiswa membakar ban bekas persis di depan pagar masuk gedung DPRD Kabupaten Blitar.

Aksi pembakaran ban bekas dilakukan saat mahasiswa meminta perwakilan anggota DPRD Kabupaten Blitar keluar menemui mereka. 

Terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian saat aksi pembakaran ban bekas. 

Baca juga: Melihat dari Dekat Jamasan 15 Pusaka Milik Lurah Bersama Paguyuban Panji Patrem Trenggalek 

Pemicunya, ada salah satu petugas yang hendak memadamkan api menggunakan apar.

Seorang mahasiswa yang berada di depan langsung menerobos masuk pagar untuk merebut apar yang dibawa petugas. 

Sempat terjadi tarik-menarik antara keduanya. Kondisi itu memicu mahasiswa lainnya untuk ikut masuk ke halaman gedung DPRD. 

Para mahasiswa sempat menggoyang-goyang pagar masuk gedung DPRD. Tapi, petugas menghalau mereka. 

Ketegangan mereda setelah mahasiswa yang sempat ditarik masuk oleh aparat dikeluarkan dari halaman gedung DPRD. 

Perwakilan DPRD Kabupaten Blitar juga keluar untuk menemui para mahasiswa. 

"Memang sedikit terjadi chaos, mungkin teman-teman lelah, petugas juga lelah. Tapi, akhirnya teman-teman bisa keluar," kata Korlap Aksi, Nasanta Febriana. 

Santa, panggilannya, mengatakan, dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait program pemerintah. 

Salah satu tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi program MBG dan program KDKMP. 

"Kami juga meminta DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset," ujarnya. 

Dikatakannya, sejumlah tuntutan para mahasiswa disampaikan kepada perwakilan anggota DPRD Kabupaten Blitar. 

"Kami meminta para anggota DPRD Kabupaten Blitar segera menindaklanjuti tuntutan kami," ujarnya. 

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi mengatakan, menampung semua tuntutan mahasiswa. 

Ia segera membahas tuntutan para mahasiswa dengan pimpinan DPRD Kabupaten Blitar. 

"Tuntutan para mahasiswa ini segera kami bahas dengan pimpinan DPRD Kabupaten Blitar. Kami akan sampaikan tuntutan mahasiswa ke pusat," katanya.

Kapolres Blitar, AKBP Rivanda mengatakan, secara umum aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kabupaten Blitar berjalan kondusif. 

Terkait sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi, kata Rivanda, hanya terjadi kesalahpahaman. 

Baca juga: Istri Polisi di Kediri Diduga Terlibat Arisan Fiktif, Puluhan Warga Geruduk Rumah di Kandat

Menurutnya, polisi tidak melakukan penangkapan terhadap mahasiswa peserta aksi. 

Polisi hanya berusaha meminggirkan mahasiswa yang berada di dekat api yang membakar ban bekas di lokasi.

"Bukan ditangkap, tapi mereka dipinggirkan agar tidak terkena api. Tadi itu kami bantu, kami kasih minum dan pinggirkan sambil menunggu pemadaman api," katanya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.