Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - 10.522 siswa lulusan SD/MI telah mendaftar SMP Negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Para siswa terdata berdasarkan identitas pendaftar secara daring yang dilakukan Senin (22/6/2026) dan Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Penyebab Kematian Ruly Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Mulai Terungkap dari Hasil Autopsi Luar
Tahapan saat ini adalah proses seleksi dan verifikasi yang dilakukan petugas pendaftaran SPMB.
"Tahapan seleksi dan verifikasi data pendaftar dilaksanakan 24, 25 dan 26 Juni 2026," jelas Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah.
Untuk SMPN yang membuka jalur keagamaan, maka dilakukan asesmen terhadap pendaftar.
Proses verifikasi akan melihat kesesuaian dokumen, sehingga dimungkinkan harus ada penyesuaian.
Seluruh hasil seleksi dan verifikasi akan diumumkan pada Sabtu (27/6/2026).
"Dari empat jalur pendaftaran yang disediakan, jalur domisili yang mendominasi total pendaftar," sambung Rifka.
Dinas Pendidikan mendata ada 11.000 lulusan SD/MI yang ada di Kabupaten Tulungagung, termasuk dari luar daerah.
Di antara mereka juga ada lulusan tahun 2025 yang baru mendaftar ke SMP di tahun 2026, karena berbagai alasan.
Dari jumlah itu, 10.522 siswa di antaranya sudah mengakses layanan SPMB SMPN yang disiapkan.
"Hasil verifikasi dan verifikasi dokumen yang akan menentukan hasil SPMB," tegas Rifka.
Dari sistem SPMB Dinas Pendidikan, SMP Satu Atap Sendang yang paling sedikit menerima pendaftaran calon siswa.
Sekolah yang ada di Desa Geger, Kecamatan Sendang, tersebut menerima 8 pendaftar, terdiri dari 6 pendaftar jalur domisili dan 2 jalur nonakademik.
Padahal sekolah ini mempunyai pagu 1 rombongan belajar, sekitar 32 siswa.
Sekolah kedua yang paling sedikit pendaftar adalah SMPN 2 Pucanglaban, dengan 9 pendaftar.
"Yang di bawah 10 pendaftar ada 2 sekolah ini," kata Rifka.
"Namun jumlah ini bisa berubah, karena nanti kemungkinan ada pergeseran siswa yang masuk ke sekolah pilihan kedua," paparnya.
Bagi siswa yang gagal masuk SMPN, Dinas Pendidikan akan membuka SPMB tahap 2.
SMPB tahap 2 dilaksanakan hanya 1 hari pada Rabu (1/7/2026), dan hanya lewat jalur domisili.
Pendaftaran tambahan hanya berlaku di sekolah-sekolah yang pagunya belum terpenuhi.