Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN -Titik terang mulai terungkap dari kasus kematian ASN Bangkalan di dalam mobil di Bandara Juanda.
Sebab, perlahan gambaran penyebab kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Ruly Yunis Setiawati (50), warga Gang Flamboyan 18 Perumda Bangkalan mulai terkuak.
Itu setelah hasil autopsi dari RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo menerbitkan hasil autopsi luar, Kamis (25/6/2026) sore.
Dalam berkas hasil autopsi bertuliskan, 'pemeriksaan luar' yang diterima Tribun Madura dari Kuasa Hukum keluarga almarhumah, Risang Bima Wijaya menyebutkan, ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah.
"Lazim pada kematian yang dipicu mati lemas. Ada juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama, ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," beber Risang.
Kendati demikian, lanjutnya, pihak keluarga masih tetap menunggu hasil autopsi secara menyeluruh sehingga dengan tegas bisa memastikan penyebab, cara, dan mekanisme pasti atas kematian almarhumah Ruly.
"Autopsi secara menyeluruh hasilnya belum karena menunggu uji toksikologi dari labfor Surabaya untuk memperoleh sebab kematian secara pasti. Kami ingin menadapatkan kesimpulan sebab kematian, bukan hanya lazim ditemukan meninggal," tegas Risang.
Baca juga: Terungkap Sosok Pria Misterius yang Tinggalkan Mobdin dan Jenazah ASN Bangkalan di Bandara Juanda
Saat dilakukan evakuasi dari dalam mobil hingga tiba di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo untuk kegiatan autopsi pada Rabu (25/6/2026) pukul 16.00 WIB, kondisi jasad almarhumah Ruly sudah membusuk. Bahkan ditemukan genangan cairan di bawah mobil yang disebut Risang merupakan tetesan dari jasad.
"Hasil autopsi luar menyebutkan perkiraan meningal lebih dari 2x24 jam atau hingga tiga hari. Pemeriksaan pada bagian dalam, di area dinding lambung teridentifikasi berwarna merah kehitaman dan ditemukan tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh," papar Risang.
Selain itu, hasil uji kosmalin tes pada otot tangan kanan tampak berwarna merah pucat. Sementara hasil uji toksikologi yang ditunggu pihak keluarga, telah dikirim sample dikirim ke RS Labfor Surabaya dan hasilnya baru keluar dalam beberapa waktu ke depan.
Ia menambahkan, pemeriksaan pada swab vagina menunjukkan hasil tidak ditemukan sperma dan korban juga tidak sedang dalam keadaan mengandung. Hasil ini mematahkan dugaan publik dalam video yang beredar bahwa korban meninggal dunia dalam kondisi melahirkan.
"Sebelum ada hasil autopsi menyeluruh, saya tidak bisa menyimpulkan. Namun hasil pemeriksaan luar disebutkan di situ korban mati lemas yang disebabkan banyak hal, bisa dibekap, ada kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang. Jadi meski lemah, namun ada indikasi ada sebab kematian yang tidak wajar," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com