Maroko Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Pengamat: Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan atas Haiti
Intan June 25, 2026 08:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Tim Nasional Maroko memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas Haiti dengan skor 4-2 dalam laga terakhir Grup C yang berlangsung di Atlanta Stadium.

Pertandingan tersebut berjalan sengit sejak menit awal. Haiti bahkan sempat memberikan kejutan setelah unggul lebih dulu pada menit ke-10 melalui gol bunuh diri kiper Maroko, Yassine Bounou.

Gol itu tercipta setelah Bounou gagal mengantisipasi pergerakan penyerang Haiti, Lenny Joseph.

Momen tersebut sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi Haiti yang kembali mencetak gol di ajang Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 1974.

Namun, Maroko yang dikenal dengan julukan Singa Atlas mampu bangkit.

Pengamat sepak bola Sorong Bagas Anafi, menilai kekuatan mental dan kualitas kedalaman skuad menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Baca juga: Argentina Makin Percaya Diri di Piala Dunia 2026, Elon Fadan Prediksi Messi Cs Juara Lagi

Baca juga: Euforia Piala Dunia dan Fanatisme Suporter Belanda Buat Atmosfer Nobar di Sorong Memanas

“Maroko sempat dibuat kesulitan karena Haiti bermain sangat disiplin. Mereka menutup ruang dengan rapat dan mengandalkan serangan balik. Tapi Maroko punya kualitas untuk mengubah situasi pertandingan,” ujar Bagas Anafi kepada Tribunsorong.com, Kamis (25/6/2026)

Maroko menyamakan kedudukan melalui kapten Achraf Hakimi pada menit ke-39 sebelum Haiti kembali unggul lewat gol Wilson Isidor empat menit berselang.

Menjelang turun minum, Ismael Saibari berhasil membuat skor kembali imbang 2-2.

Menurut Bagas, perubahan strategi pelatih Mohamed Ouahbi di babak kedua menjadi titik balik pertandingan.

“Yang menarik dari laga ini adalah keberanian pelatih Maroko melakukan perubahan besar ketika pertandingan masih berjalan. Mereka tidak panik meski menguasai bola tetapi kesulitan menembus pertahanan Haiti,” katanya.

Memasuki menit ke-70, Maroko melakukan pergantian pemain yang berdampak besar.

Soufiane Rahimi masuk menggantikan Ismael Saibari dan langsung memberikan perubahan dalam pola serangan.

“Rahimi memberikan energi baru. Dia bukan hanya cepat, tetapi pergerakannya membuat lini belakang Haiti kehilangan fokus. Dia mencetak gol ketiga dan memberikan assist untuk gol keempat,” jelas Bagas.

Tidak hanya Rahimi, masuknya Gessime Yassine juga dinilai menjadi keputusan tepat.

Baca juga: Brasil Libas Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026: Keputusan Berani Pelatih Ancelotti Jadi Kunci Kemenangan

Baca juga: Bukan Skuad Biasa, Ini Alasan Wagub Papua Barat Daya Jagokan Maroko di Piala Dunia 2026

Pemain muda tersebut mencetak gol penutup pada menit ke-89 sekaligus memastikan kemenangan Maroko.

“Ini menunjukkan Maroko punya kedalaman skuad yang sangat baik. Pemain cadangan mereka bisa masuk dan langsung mengubah jalannya pertandingan,” tambahnya.

Bagas bahkan menyebut pola permainan Maroko mengingatkan dirinya terhadap karakter tim-tim lokal yang sering tampil di turnamen daerah.

“Dalam sepak bola, kadang pertandingan ditentukan bukan hanya oleh sebelas pemain pertama, tetapi bagaimana kualitas pemain pengganti. Maroko menunjukkan mental tim besar,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C mendampingi Brasil yang keluar sebagai juara grup setelah mengalahkan Skotlandia 3-0.

Sementara itu, Haiti harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah finis di dasar klasemen Grup C.

Hingga fase grup berjalan, sejumlah negara telah memastikan tempat di babak 32 besar, di antaranya Meksiko, Swiss, Kanada, Brasil, Maroko, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Norwegia, Argentina, dan Kolombia.(Tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.