TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pilu lansia di Medan Denai, histeris rumahnya terbakar.
Uang bantuan pemerintah di bawah kasur hangus.
Korban bernama Junaida (63) hanya menatap kosong dan menangis melihat rumah yang sudah puluhan tahun ia tempati kini hanya tinggal puing-puing.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Jerman vs Ekuador, Head to Head Siapa Unggul, Prediksi Eks Pelatih PSDS
Rumah tersebut tinggal kenangan akibat diamuk si jago merah.
Peristiwa kebakaran hebat tersebut melanda rumah tinggal sekaligus rumah kontrakan miliknya di Jalan Denai Gang Drom, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Kamis (25/6/2026) pagi.
Junaida mengungkapkan awal mula petaka kebakaran yang dialaminya.
Saat peristiwa itu terjadi, ia mengaku sedang beraktivitas mencuci pakaian di dalam kamar mandi.
Baca juga: Hakim Diminta Bebaskan Dua Remaja Terdakwa Kasus Pertalite 20 Liter di Pengadilan Negeri Medan
Namun, ia mendadak dikejutkan dengan teriakan histeris dari anaknya yang berteriak 'kebakaran mak' dari arah ruang tamu.
Begitu dicek, api yang berasal dari salah satu kamar tidur ternyata sudah berkobar hebat di atas plafon dan menjalar ke atap rumah.
Mendengar hal itu, Junaida langsung panik bukan main dan bergegas lari keluar rumah bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri.
Saat ditemui jurnalis Tribun-Medan.com, Junaida tampak masih syok dan bicaranya gelagapan saat menceritakan musibah yang menghanguskan dua unit bangunan miliknya.
Baca juga: Ajukan Perlawanan, Mantan Kadis PMD Samosir Nilai Dakwaan Jaksa Cacat Hukum
"Api bermula dari kabel listrik di atas plafon kamar tidur yang terbuat dari terpal plastik ini terbakar," ungkap Junaida.
Junaida menduga kuat bahwa penyebab kebakaran hebat ini dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Uang Bantuan Pemerintah di Bawah Kasur Ikut Ludes Terbakar
Melihat kobaran api yang kian membara, Junaida sama sekali tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Warga sekitar sebenarnya sudah berbondong-bondong menyiramkan air dengan alat seadanya, namun upaya itu sia-sia karena api telanjur membesar.
Banyaknya material yang mudah terbakar di dalam rumah membuat si jago merah dengan sangat cepat meratakan bangunan.
Junaida menjelaskan bahwa dua unit rumah yang hangus total tersebut adalah bangunan miliknya pribadi.
"Sebelah rumah itu saya sewakan, jadi total dua rumah yang habis terbakar," tuturnya dengan nada lemas.
Kesedihan Junaida kian mendalam lantaran uang bantuan dari pemerintah daerah yang baru diterimanya ikut musnah dilalap api.
"Sempat menyimpan uang dari bantuan pemerintah setempat di bawah tilam (kasur), itu juga ikut terbakar. Padahal uang itu mau dipakai untuk berbelanja sehari-hari," keluhnya.
Baca juga: Resmi Dibuka di Surabaya, Pedjoeang Batik Hadirkan Konsep Eksklusif Demi Jaga Privasi Pecinta Batik
Di tengah kepanikan tersebut, lansia ini bahkan masih sempat memikirkan nasib hewan peliharaan kesayangannya yang hilang di dalam rumah.
"Di dalam rumah tadi ada kucing, tapi enggak tahu terbakar atau tidak karena enggak nampak dari tadi semenjak kejadian," lanjutnya.
Kendati terpukul karena kehilangan harta benda, Junaida tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat tanpa ada yang terluka.
Ia menceritakan bahwa dirinya sempat nekat ingin menerobos masuk kembali demi menyelamatkan barang-barang, namun untungnya langsung ditahan oleh warga sekitar.
"Sudah enggak bisa lagi dikeluarkan barang-barang itu, api sudah menjalar cepat aja. Tadi mau memaksa masuk ke dalam tapi langsung ditarik sama warga," kata Junaida.
(cr9/tribun-medan.com)