Perdana, Masjid Agung Palembang Bagikan 1.977 Paket Bubur Asyuro di Hari Asyura 10 Muharram
tarso romli June 25, 2026 11:27 PM

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Menandai semarak peringatan Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo Palembang menggelar aksi sosial religius yang istimewa. Pihak pengurus mendistribusikan sebanyak 1.977 paket bubur Asyura siap saji kepada ratusan anak yatim serta jemaah masjid, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi sirkulasi momen yang sangat spesial bagi umat Muslim di Kota Palembang.

Pasalnya, ini merupakan kali pertama sepanjang sejarah Masjid Agung Palembang memproduksi dan memasak kuliner khas kaya rempah tersebut secara mandiri dalam skala besar demi menghidupkan tradisi Islami.

Baca juga: Ratusan Warga Palembang Serbu Bubur Asyuro Pedatuan Darat, Tradisi Tahunan Peringati 10 Muharram

Suasana Hangat Gotong Royong Sejak Pagi Buta

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sejak pukul 07.00 WIB, suasana hangat penuh kekeluargaan dan gotong royong sudah menyelimuti area parkir sepeda motor yang terletak di samping pos sekuriti Masjid Agung Palembang. 

Puluhan pengurus yayasan, marbot, dan panitia pelaksana tampak bahu-membahu menyiapkan dua buah dandang tembaga berukuran raksasa.

Proses pengolahan bubur gurih ini memerlukan sirkulasi pasokan bahan baku yang sangat melimpah.

Panitia mencatat sedikitnya menghabiskan beras kualitas super sebanyak 80 kilogram, daging sapi segar 30 kilogram, serta racikan rahasia bumbu rempah-rempah tradisional khas Palembang.

Proses memasak yang memakan waktu hingga berjam-jam di atas tungku api tersebut dipimpin dan diawasi langsung oleh Sekretaris Umum Yayasan Masjid Agung Palembang, Kemas Iqbal Hasan Zainal.

Mengenakan pakaian kasual, Iqbal bahkan turun tangan langsung mengaduk adonan bubur yang mulai mengental dan mengeluarkan aroma harum yang menggugah selera.

Jadi Agenda Tahunan, Padukan Santunan Yatim dan Bubur Suro

Sekretaris Umum Yayasan Masjid Agung Palembang, Kemas Iqbal Hasan Zainal, mengungkapkan bahwa aksi berbagi bubur Asyura (atau yang kerap disebut warga lokal sebagai bubur Suro) ini merupakan sebuah terobosan baru dalam kalender kegiatan syiar Islam di Masjid Agung.

"Tahun ini kita perdana membuat dan memasak bubur Asyura secara mandiri di lingkungan masjid. Selama tahun-tahun sebelumnya, kita hanya rutin membagikan bantuan uang tunai atau sembako kepada anak yatim setiap tanggal 10 Muharram. Nah, tahun ini ada yang berbeda, selain memberikan santunan, mereka juga kita jamu dengan kehangatan bubur Asyura," ujar Kemas Iqbal saat diwawancarai, Kamis (25/6/2026).

Iqbal menguraikan, dari pengolahan bahan baku yang dimasak sejak pagi hari, panitia berhasil mengemas tepat 1.977 kotak bubur higienis yang siap edar. 

Angka kemasan ini sekaligus diselaraskan dengan momentum angka historis tertentu.

Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, pihak yayasan berkomitmen penuh untuk mematenkan tradisi luhur pembuatan bubur Asyura ini menjadi sirkulasi agenda tahunan tetap yang berskala lebih besar di masa depan.

"InsyaAllah, tradisi memasak mandiri ini akan terus kita pertahankan dan kita jadikan sebagai agenda tahunan tetap ke depannya," tandas Iqbal.

Baca juga: Resep Bubur Asyura Lengkap Cara Pembuatan, Sajian Spesial Tradisi Tiap Tanggal 10 Muharram

Distribusi Tertib Menjelang Azan Ashar

Setelah melewati proses pematangan dan pengemasan yang panjang, ribuan paket bubur Asyura tersebut mulai didistribusikan ke penerima manfaat pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, sesaat sebelum kumandang azan salat Ashar bergema.

Pembagian yang menyasar ratusan anak yatim—yang telah duduk rapi memenuhi ruang samping dalam Masjid Agung—serta para jemaah dan musafir berjalan dengan sangat tertib, khidmat, dan lancar tanpa adanya antrean berdesakan.

Melalui kegiatan ini, pihak yayasan berharap tidak hanya sekadar merefleksikan rasa syukur atas berkah bulan Muharram, namun juga menjadi jembatan untuk mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah antarwarga kota.

Tradisi membagikan bubur Asyura pada tanggal 10 Muharram memang telah melekat kuat dalam budaya masyarakat di Bumi Sriwijaya.

Selain berpusat di Masjid Agung Palembang, geliat tradisi serupa yang sarat akan nilai sedekah ini juga dijumpai sebagai rutinitas tahunan di berbagai kawasan pemukiman padat penduduk serta masjid-masjid bersejarah lainnya di Sumatera Selatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.