Pariwisata yang Kuat Lahir dari Warga Lokal, 1.000 Tenda Kaldera Usung Wisata Alam
Eti Wahyuni June 26, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Festival berkemah tahunan 1.000 Tenda Kaldera Toba Festival 2026 kembali digelar di kawasan Danau Toba pada 26 - 28 Juni 2026.

Berlokasi di Desa Pardomuan, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, kegiatan ini mengusung tema ‘The Way of Stretching The Mind’ dengan konsep pariwisata berbasis warga yang melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai aspek penyelenggaraan.

Festival yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia (RKI) dan didukung Pemerintah Kabupaten Toba tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman berkemah di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk membahas isu lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.

Ketua Rumah Karya Indonesia, Ojax Manalu, mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama keberlangsungan festival yang telah digelar selama beberapa tahun terakhir.

“Melalui 1.000 Tenda, kami ingin membuktikan bahwa pariwisata yang kuat adalah pariwisata yang lahir dan tumbuh dari inisiatif warga lokal sendiri. Rumah Karya Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengelola potensi alam dan budayanya, sehingga festival ini tidak hanya menjadi hiburan sesaat, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan di Desa Pardomuan Ajibata,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Ojax, masyarakat Desa Pardomuan dilibatkan secara aktif mulai dari persiapan logistik, pengelolaan kawasan, hingga berbagai aktivitas pendukung selama festival berlangsung.

Baca juga: Festival 1000 Tenda Kaldera Toba 2026 Angkat Konsep Wisata Berbasis Warga Lokal

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan lingkungan.

Direktur Festival 1.000 Tenda Kaldera Toba, Tumpak Winmark Hutabarat atau Siparjalang, menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini merupakan ajakan bagi generasi muda untuk keluar dari rutinitas dan memperluas cara pandang terhadap alam serta masa depan pariwisata.

“Tema ‘The Way of Stretching the Mind’ adalah ajakan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk meregangkan pikiran dari kepenatan rutinitas. Kami ingin ruang rupa alam di Desa Pardomuan Ajibata ini menjadi tempat di mana pemikiran kita tentang alam, lingkungan, dan pariwisata masa depan bisa diperluas melalui diskusi dan interaksi langsung di lapangan,” katanya.

Selama tiga hari dua malam, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti camping, Focus Group Discussion (FGD), creative talkshow, art performance, creative activities and games, local market, hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan festival.

Konsep yang menggabungkan petualangan alam terbuka dengan edukasi tersebut menjadikan 1.000 Tenda Kaldera Toba Festival sebagai salah satu agenda yang banyak diminati wisatawan muda, traveler, dan backpacker dari berbagai daerah.

Selain Pemerintah Kabupaten Toba, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), PT Inalum, BRI, BNI, Seadoo Safari Samosir, serta berbagai komunitas dan media.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, panitia berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berlibur, tetapi juga kesadaran baru untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Kaldera Toba.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.