Mantan Gelandang Watford Dihukum Larangan Bermain 11 Laga karena Pelecehan Rasial terhadap Pemain U21 yang Dianggap 'Sama Sekali Tidak Dapat Diterima'
Hendra Wijaya June 26, 2026 12:47 AM

Mantan gelandang Watford, Pierre Dwomoh, dijatuhi larangan bermain selama 11 pertandingan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah terbukti melakukan tindakan pelecehan rasial terhadap rekan setimnya di level U-21. Badan pengatur tersebut menyebut tindakan Dwomoh sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima” setelah ia melontarkan ujaran bernuansa keturunan terhadap sesama pemain saat pemanasan di tempat latihan.

Temuan serius dan hasil penyelidikan FA

Komisi regulasi independen menyimpulkan bahwa Dwomoh bersalah atas pelanggaran yang “sangat serius” dan “sepenuhnya tidak dapat diterima” setelah melakukan penyelidikan terhadap insiden yang melibatkan pemain U-21 berdarah India. Korban, yang disebut sebagai Pemain A dalam dokumen resmi FA, mengalami perlakuan diskriminatif pada dua kesempatan berbeda di penghujung tahun 2025.

Menurut laporan Watford Observer, hasil penyelidikan komisi tersebut menjelaskan rincian ujaran yang digunakan oleh Dwomoh, termasuk komentar seperti “cokelat bukan warna” dan “bagaimana kabar toko sudutmu?”. Kedua insiden itu terjadi di tempat latihan klub di London Colney, saat sesi pemanasan sebelum laga tim U-21 menghadapi Swansea City pada 27 Oktober dan Colchester United pada 4 November.

Tindakan tegas dari Watford

Pihak Watford bergerak cepat setelah memahami keseriusan situasi tersebut, dengan segera menarik Dwomoh dari skuad utama dan memintanya berlatih terpisah dari tim. Klub kemudian mengonfirmasi bahwa kontrak Dwomoh telah diputus, mengakhiri kerja samanya dengan klub yang bermarkas di Vicarage Road tersebut setelah penyelidikan internal maupun eksternal selesai dilakukan.

Dalam pernyataan kepada Watford Observer, klub menyatakan dukungan penuh terhadap proses disipliner yang dilakukan, menegaskan bahwa mereka mendukung hasil penyelidikan dan memastikan Dwomoh resmi dilepaskan dari kontraknya. Sang pemain sebelumnya telah memberi isyarat akan hengkang melalui media sosial pada bulan April, bertepatan dengan tanggal awal pemberlakuan larangan bermain tersebut.

Detail disipliner dan upaya banding FA

Pihak FA sempat mengajukan banding untuk memperberat hukuman Dwomoh, meminta agar larangan bermain ditingkatkan menjadi 16 pertandingan karena dianggap terdapat dua pelanggaran terpisah. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Dewan Banding yang menilai bahwa sanksi 11 pertandingan sudah proporsional sebagai “hukuman global untuk seluruh rangkaian tindakan yang diidentifikasi”.

Komisi juga menyoroti bahwa Dwomoh “tidak langsung menerima tanggung jawab atau menyesal, melainkan mencoba menekan Pemain A agar mencabut” tuduhannya. Meskipun akhirnya ia mengakui dua dakwaan, meminta maaf, dan menerima kesalahannya, reaksi awalnya terhadap laporan tersebut turut menjadi bahan pertimbangan dalam proses persidangan.

Pendidikan wajib dan denda finansial

Selain larangan bermain yang cukup panjang, yang berlaku untuk seluruh kompetisi domestik dan diberlakukan surut sejak 9 April, Dwomoh juga dikenai denda sebesar £2.500. Ia diwajibkan mengikuti program edukasi tatap muka yang harus diselesaikan sebelum 9 Agustus 2026 sesuai ketentuan FA.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.