Mantan bek tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, melontarkan pembelaan penuh semangat terhadap skuad asuhan Thomas Tuchel setelah hasil imbang tanpa gol 0-0 melawan Ghana di Piala Dunia 2026. Legenda Manchester United itu menanggapi keras apa yang ia anggap sebagai reaksi berlebihan dari media terhadap tim nasional Inggris yang gagal melanjutkan kemenangan di laga pembuka dengan hasil positif lainnya.
Absennya sejumlah pemain bintang memicu perdebatan tentang pemilihan skuad. Kritik semakin ramai setelah beberapa jurnalis, termasuk Kaveh Solhekol dari Sky Sports, mengemukakan bahwa absennya pemain-pemain ternama bisa jadi menjadi penyebab Inggris gagal meraih kemenangan. Perdebatan berpusat pada pemain yang tidak masuk daftar skuad Piala Dunia sama sekali, dengan Solhekol berpendapat bahwa pemain seperti Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, dan Morgan Gibbs-White mungkin dapat memberikan kreativitas yang dibutuhkan untuk menembus pertahanan kuat Ghana dalam laga yang dianggap membosankan tersebut.
Para penggemar juga ikut bersuara, banyak di antaranya menyerukan agar Cole Palmer dimainkan karena merasa kurangnya “sentuhan ajaib” di lini depan saat menghadapi Ghana. Meski mendapat kritik keras, Tuchel tetap teguh dengan pilihannya, sementara media menyoroti reaksi ekspresifnya di pinggir lapangan selama pertandingan berlangsung.
Ferdinand kemudian menyerukan ketenangan di tengah klaim yang berubah-ubah mengenai status “jenius” Tuchel. Melalui media sosialnya, mantan bek tengah itu menyuarakan kemarahan atas perubahan narasi publik. “Nah, ini lagi… Tuchel setelah laga melawan Kroasia disebut jenius, tapi setelah melawan Ghana dibilang salah pilih pemain,” tulis Ferdinand.
Hasil imbang 0-0 itu datang setelah kemenangan impresif 4-2 atas Kroasia di laga pembuka Inggris, hasil yang sempat membuat para pengkritik diam untuk sementara. Namun kegagalan menembus pertahanan solid Ghana kembali memicu kritik tajam, membuat Ferdinand mengeluarkan seruan tegas kepada publik: “4 poin – tenanglah dan dukung tim serta pelatihnya, demi Tuhan!”
Michael Owen juga memberikan pandangan dari sudut pandang pemain. Dalam tulisannya untuk Daily Mail, mantan penyerang Inggris itu menekankan bahwa para pemain di dalam kamp lebih fokus pada hal-hal positif ketimbang tajuk berita sensasional. Owen menegaskan bahwa posisi Inggris dengan empat poin dari dua pertandingan awal merupakan start yang akan diterima semua pihak sebelum turnamen dimulai.
“Kita semua perlu sedikit menenangkan diri terkait reaksi terhadap hasil imbang tanpa gol Inggris melawan Ghana. Saya pernah ada di posisi itu, saya tahu rasanya, dan satu pertandingan di awal Piala Dunia tidak mengubah apa pun,” ujar Owen. “Saya bangun pada Rabu pagi dengan melihat banyak komentar negatif, tapi saya rasa kita perlu melihat ini dengan perspektif yang lebih seimbang.”
“Apakah itu penampilan brilian? Tidak. Apakah mengecewakan? Tentu saja. Tapi dari reaksi yang ada, seolah-olah peluang Inggris langsung hancur dalam semalam. Setelah bermain di tiga Piala Dunia, saya bisa pastikan turnamen tidak bekerja seperti itu.”
Inggris saat ini memuncaki klasemen Grup L, dan dengan format unik turnamen yang menampilkan 48 tim, raihan empat poin kemungkinan sudah cukup untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Pasukan Tuchel masih difavoritkan untuk menjadi juara grup jika mampu mendapatkan hasil positif saat menghadapi Panama pada laga terakhir Sabtu nanti. Sementara itu, Ghana dan Kroasia akan bertemu dalam laga hidup-mati untuk merebut tiket ke babak gugur.