TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan dasar militer (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah tiga calon manajer koperasi desa (kopdes) meninggal dunia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan evaluasi dilakukan bersama Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program.
Menurut Rico, evaluasi difokuskan pada proses seleksi kesehatan, pengawasan medis, deteksi dini kondisi kesehatan peserta, hingga prosedur penanganan apabila terjadi gangguan kesehatan selama pelatihan.
Ia menegaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari kurikulum SPPI untuk membentuk karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pengabdian, bukan untuk membentuk prajurit.
Kemhan juga membuka kemungkinan penyempurnaan metode pelatihan berdasarkan hasil evaluasi dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta.
Kemhan turut menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga peserta Program SPPI. Berikut daftar peserta yang meninggal dunia usai mengikuti latsarmil:
Kepergian Novia Rahmadhani Sihotang, calon Manajer Koperasi Merah Putih asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Novia meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Pihak keluarga mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Novia. Ayahnya, Syawaluddin Sihotang, mengatakan putrinya masih sempat menghubungi keluarga sekitar dua hari sebelum kabar duka diterima.
"Masih sempat menelepon keluarga. Saat itu tidak ada keluhan yang disampaikan. Karena itu kami benar-benar tidak menyangka akan menerima kabar seperti ini," ujar Syawaluddin, Rabu (24/6/2026).
Menurut keluarga, Novia tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya selama mengikuti pelatihan.
Penyelenggara pelatihan menyampaikan Novia meninggal dunia akibat penyakit Tuberkulosis (TB).
Kabar duka diterima keluarga pada Selasa (23/6/2026) sore dan langsung membuat suasana rumah duka di Jalan Sisingamangaraja, Kota Padangsidimpuan, dipenuhi isak tangis keluarga serta kerabat dikompolasi dari kompas.com dan tribunmedan
Suasana haru semakin terasa ketika mobil yang membawa peti jenazah Novia tiba di rumah duka.
Ibunda Novia, Tiur, histeris memanggil nama putrinya sambil menangis.
"Viaaa... anakku... Oh... Viaaa...," teriak sang ibu, disambut tangis para pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.