Daftar Nama 3 Calon Manajer Kopdes yang Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Lakukan Evaluasi
Joseph Wesly June 26, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan dasar militer (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah tiga calon manajer koperasi desa (kopdes) meninggal dunia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan evaluasi dilakukan bersama Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program.

Kemhan Evaluasi Aspek Kesehatan

Menurut Rico, evaluasi difokuskan pada proses seleksi kesehatan, pengawasan medis, deteksi dini kondisi kesehatan peserta, hingga prosedur penanganan apabila terjadi gangguan kesehatan selama pelatihan.

Ia menegaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari kurikulum SPPI untuk membentuk karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pengabdian, bukan untuk membentuk prajurit.

Kemhan juga membuka kemungkinan penyempurnaan metode pelatihan berdasarkan hasil evaluasi dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta.

Daftar Nama 3 Peserta yang Meninggal

Kemhan turut menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga peserta Program SPPI. Berikut daftar peserta yang meninggal dunia usai mengikuti latsarmil:

  • Anisa Muyassaroh, peserta pelatihan di Satdik Didikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.
  • Yonanda Muhammad Taufiq, peserta pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
  • Novia Rahmadhani Sihotang, peserta pelatihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Pergi Sehat, Pulang Meninggal

Kepergian Novia Rahmadhani Sihotang, calon Manajer Koperasi Merah Putih asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Novia meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Keluarga Sebut Novia Pergi dalam Kondisi Sehat

Pihak keluarga mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Novia. Ayahnya, Syawaluddin Sihotang, mengatakan putrinya masih sempat menghubungi keluarga sekitar dua hari sebelum kabar duka diterima.

"Masih sempat menelepon keluarga. Saat itu tidak ada keluhan yang disampaikan. Karena itu kami benar-benar tidak menyangka akan menerima kabar seperti ini," ujar Syawaluddin, Rabu (24/6/2026).

Menurut keluarga, Novia tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya selama mengikuti pelatihan.

Disebut Meninggal karena TB

Penyelenggara pelatihan menyampaikan Novia meninggal dunia akibat penyakit Tuberkulosis (TB).

Kabar duka diterima keluarga pada Selasa (23/6/2026) sore dan langsung membuat suasana rumah duka di Jalan Sisingamangaraja, Kota Padangsidimpuan, dipenuhi isak tangis keluarga serta kerabat dikompolasi dari kompas.com dan tribunmedan

Tangis Pecah Saat Jenazah Tiba

Suasana haru semakin terasa ketika mobil yang membawa peti jenazah Novia tiba di rumah duka.

Ibunda Novia, Tiur, histeris memanggil nama putrinya sambil menangis.

"Viaaa... anakku... Oh... Viaaa...," teriak sang ibu, disambut tangis para pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.