Bukan Hanya Indah, Kawasan Wisata Wonosobo Simpan Cadangan Energi Terbesar
khoirul muzaki June 26, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia pada 2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada energi nasional.


Target tersebut ditempuh melalui percepatan pengembangan sejumlah proyek geothermal nasional, termasuk di kawasan Dieng, Jawa Tengah.


Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, mengatakan pemerintah saat ini mengusung optimis besar dalam pengelolaan energi panas bumi nasional.


"Panas bumi Indonesia berusaha keras di tahun 2030 untuk menjadi nomor satu di dunia," kata Priatin Hadi usai groundbreaking PLTP Dieng Unit 2 di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/6/2026).


Menurutnya, kapasitas terpasang panas bumi Indonesia saat ini mencapai sekitar 2,76 gigawatt (GW). Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 4,1 hingga 4,3 GW sebelum tahun 2030.


Penambahan kapasitas tersebut berasal dari berbagai proyek yang sedang berjalan maupun yang akan memasuki tahap konstruksi dalam beberapa tahun mendatang.


Priatin Hadi menilai target tersebut cukup realistis mengingat Indonesia memiliki sumber daya panas bumi terbesar di dunia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.


Jika target kapasitas 4,1-4,3 GW tercapai, Indonesia berpeluang melampaui Amerika Serikat yang selama ini menjadi negara dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia.


Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mendorong seluruh badan usaha pemegang wilayah kerja panas bumi agar mempercepat pengembangan proyek hingga mencapai tahap operasi komersial.


"Kita akan mendorong semua badan usaha agar mempercepat proses sebelum 2030 bisa terlaksana," ujarnya.


Selain pembangkitan listrik, pemerintah juga mulai mendorong pemanfaatan langsung energi panas bumi atau direct use geothermal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.


Menurut Priatin Hadi, pemanfaatan panas bumi tidak hanya terbatas pada sektor ketenagalistrikan, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi.


Di sisi lain, kawasan panas bumi Dieng masih menyimpan potensi pengembangan yang cukup besar.


Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengatakan pemerintah melalui kontrak dengan PLN menargetkan kapasitas panas bumi Dieng mencapai 400 megawatt (MW).


Saat ini kemampuan reservoir atau cadangan panas bumi yang telah terbukti di kawasan Dieng mencapai sekitar 355 MW.


"Hari ini kita sudah membuktikan bahwa kemampuan reservoir Dieng itu sampai 355 MW," kata Yudistian.

Baca juga: Cak Imin Siap Upayakan Pembangunan Laboratorium Gula di Banyumas


Dengan capaian tersebut, masih terdapat peluang pengembangan sekitar 45 MW untuk memenuhi target kapasitas 400 MW.


Geo Dipa bersama pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi sumber pengembangan berikutnya.


Beberapa di antaranya adalah kawasan Candradimuka, Wanayasa, dan Sikidang yang dinilai memiliki prospek sumber daya panas bumi cukup menjanjikan.


"Candradimuka dan Wanayasa menjadi target berikutnya. Juga kita punya Sikidang yang mau kita garap lebih besar lagi," ujarnya.


Pengembangan kawasan-kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Dieng sebagai salah satu pusat pengembangan panas bumi nasional.


Selain mendukung ketahanan energi, peningkatan kapasitas panas bumi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.


Dengan potensi sumber daya yang masih besar serta dukungan investasi yang terus bertambah, kawasan Dieng diproyeksikan tetap menjadi salah satu tulang punggung pengembangan energi panas bumi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (ima)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.