Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Melky Dogopia
TRIBUN-PAPUA.COM, DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah sedang menggenjot akreditasi bagi 10 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan RSUD Pratama Deiyai. Langkah ini merupakan bagian dari visi utama Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome di bidang kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, menjelaskan bahwa proses akreditasi ini telah dibuka secara daring oleh Bupati pada 22 Juni 2026 lalu.
Selanjutnya, pada 24–25 Juni 2026, tim Surveyor dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (Lafkespri) melakukan penilaian langsung ke lapangan.
Baca juga: Bupati Keerom Salurkan Rp6 Miliar Tunai untuk Warga Perbatasan RI-PNG
Dari total puskesmas yang dinilai, skema akreditasi dibagi menjadi dua metode berdasarkan kondisi wilayah:
Penilaian Langsung (Tatap Muka), dilakukan di Puskesmas Waghete (Distrik Tigi), serta Puskesmas Kokobaya, Puskesmas Edarotali, dan Puskesmas Damabagata (Distrik Tigi Timur).
Sedangkan Penilaian Daring (Online), dilakukan untuk Puskesmas Kapiraya dan Puskesmas Bouwobado yang berada di daerah dengan kondisi khusus, langsung terhubung dengan Kementerian Kesehatan.
Setelah memantau langsung proses penilaian, Fransina menyebutkan bahwa tim surveyor akan melanjutkan penilaian ke empat puskesmas lain, yaitu Puskesmas Tenedagi, Puskesmas Gakokebo, Puskesmas Aiyatei, dan Puskesmas Wagomani pada 26–27 Juni 2026.
Baca juga: BMKG Mimika Memprediksi 4 Distrik Berawan dan 14 Diguyur Hujan
Fransina menegaskan bahwa akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan kelengkapan administrasi, melainkan upaya membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.
"Target kami adalah masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman. Melalui akreditasi ini, kami dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tiap Puskesmas untuk perbaikan ke depan," ujar Fransina.
Dinkes Deiyai berharap hasil penilaian pada tingkat Dasar, Madya, Utama, maupun Paripurna dapat meningkatkan kepercayaan publik. Dengan layanan yang optimal di tingkat dasar, diharapkan jumlah pasien yang dirujuk ke luar daerah dapat berkurang.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyatakan dukungan penuh atas berjalannya proses akreditasi ini. Pemerintah daerah kini tengah menunggu rekomendasi akhir dari tim surveyor untuk dijadikan acuan pembangunan fasilitas kesehatan ke depan.
Baca juga: Minimnya Pelayanan Kesehatan di Musafak: Dokter Tidak Ada, Kepala Puskesmas Belum Aktif Bertugas
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses akreditasi ini mendapat antusiasme tinggi. Selain tenaga kesehatan, perwakilan lintas sektor seperti kepala kampung, kepala sekolah, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat turut hadir menyambut tim penilai.(*)