BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU- Beberapa waktu lalu Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) menyampaikan data SiPongi yang menyebutkan pada periode 1 Mei–17 Juni 2026, tercatat 492 hotspot dan delapan kejadian di luasan lahan terbakar 33,52 hektare, dengan titik panas (hotspot) tertinggi terjadi di Tapin.
Kondisi Tapin yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ini menjadi perhatian Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sebagaimana kemarin, TRC BPBD Tapin berhasil mengatasi karhutla di kawasan Jalan By Pass Km 88, Kecamatan Binuang.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.28 Wita itu menghanguskan lahan semak belukar seluas kurang lebih 0,5 hektare.
Baca juga: Hotspot Mulai Muncul di Tapin, BPBD Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla
Petugas BPBD Tapin bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Dengan menggunakan satu unit mobil tangki air, tim berhasil mengendalikan dan memadamkan api sehingga tidak meluas ke area sekitar.
“Untuk titik api sudah berhasil dipadamkan dan kondisi saat ini aman terkendali,” demikian laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Tapin, Kamis (25/6).
Lokasi kebakaran yang menggegerkan warga berada pada titik koordinat -3.1347680, 115.0885640. Namun hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam pemantauan petugas.
Sebelumnya karhutla juga terjadi di kawasan eks Terminal Keraton, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, Tapin, pada Senin (22/6).
Lokasi ini berjarak sekitar tiga kilometer dari Kantor BPBD Kabupaten Tapin.
Asap tebal pertama kali terlihat oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan eks terminal.
Warga khawatir api yang awalnya terlihat kecil dapat meluas ke area lain karena kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar kering.
Di sisi lain, berdasarkan pemantauan satelit, terdeteksi sebanyak 30 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Tapin.
Sebaran titik panas terbanyak berada di Kecamatan Tapin Selatan sebanyak 12 titik, Kecamatan Lokpaikat delapan titik, Kecamatan Binuang tujuh titik, Kecamatan Salam Babaris dua titik dan Kecamatan Bungur satu titik.
Pejabat Fungsional Penata Penanggulangan Bencana BPBD Tapin, Hairani, mengatakan sebagian besar titik panas tersebut berada di kawasan pertambangan yang memiliki kewenangan penanganan tersendiri oleh pihak perusahaan.
“Titik panas itu berada di kawasan pertambangan yang seharusnya ditangani pihak perusahaan,” kata Hairani saat dikonfirmasi, Kamis.
Baca juga: Sejumlah Hotspot Mulai Terdeteksi di Wilayah Kalsel, Kepala BMKG Stamet: Tak Selalu Karhutla
Menurutnya, BPBD Tapin selama ini telah menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Apalagi seluruh perwakilan perusahaan sudah masuk dalam grup WhatsApp Pusdalops BPBD Tapin dan wilayah pertambangan memiliki kewenangan serta SOP tersendiri yang tidak bisa ditangani BPBD Tapin karena bukan kebakaran lahan,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD Tapin tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan tidak terjadi perluasan kebakaran yang dapat mengancam masyarakat maupun lingkungan sekitar. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)