BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan mencatat masih adanya kendala teknis berupa gangguan jaringan internet dan pemadaman listrik selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Kalimantan Selatan.
Meski demikian, Ombudsman menilai secara umum pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan sekolah telah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, Kamis (25/6) mengatakan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah selama proses pendaftaran berlangsung.
“Pantauan kami kemarin di SMA yang kami datangi, SPMB berjalan lancar. Sekolah menyediakan petugas informasi dan layanan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pengurusan pendaftaran atau akses ke aplikasi,” ujarnya.
Baca juga: Hari Terakhir SPMB, Banyak Orang Tua Cabut Berkas Calon Siswa di SMAN 1 Banjarmasin
Namun, dari hasil pemantauan tersebut, Ombudsman menemukan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian penyelenggara.
Di antaranya adalah kondisi jaringan internet yang sempat mengalami gangguan serta terjadinya pemadaman listrik pada hari kedua pelaksanaan pendaftaran.
Selain itu, Ombudsman juga mencatat masih adanya kuota yang belum terpenuhi pada jalur afirmasi dan mutasi di sejumlah sekolah.
Terpisah Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel juga memastikan pelaksanaan SPMB di wilayah Kalsel berjalan secara transparan dan akuntabel.
Sebagai instansi vertikal di bawah Kementerian Pendidikan, BPMP mengawal perumusan Petunjuk Teknis (Juknis) bersama Dinas Pendidikan selaku mitra utama penjaminan mutu.
Juknis ini disusun dengan menganalisis kebutuhan peserta didik dan ketersediaan sumber daya di setiap satuan pendidikan sebelum disahkan oleh kepala daerah.
Sesuai aturan pembagian wewenang, pengelolaan SPMB dibagi menjadi dua ranah utama:
Saat ini, BPMP Kalsel telah menerjunkan tim khusus ke berbagai daerah untuk memonitor hambatan maupun inovasi yang muncul selama proses pendaftaran berlangsung.
Proses SPMB dijadwalkan rampung dan hasilnya akan diumumkan pada minggu depan.
“Setelah pengumuman, kami juga akan mengawal proses pendampingan bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah karena kendala kuota penuh, agar mereka bisa diarahkan ke satuan pendidikan lain yang masih tersedia,” ungkap Kepala BPMP Kalsel, Dr Santoso.
Di lain pihak, Kepala SMAN 3 Banjarbaru, Hj Ayu Herlina Rustam, menjelaskan proses pendaftaran telah berakhir sesuai jadwal.
Sistem aplikasi secara otomatis menutup akses pendaftaran pada pukul 16.00 Wita setelah kuota yang tersedia terpenuhi.
“Karena kuota sudah terpenuhi secara otomatis oleh sistem aplikasi SPMB, tepat pukul 16.00 Wita aplikasi secara otomatis ditutup. Data yang sudah terverifikasi di aplikasi itu sudah final, tinggal menunggu jadwal daftar ulang,” ujarnya.
Baca juga: SPMB SMK di Pelosok Tetap Digelar Online, SMKN 2 Sungai Pinang Banjar Bimbing Calon Siswa Input Data
Adanya kuota yang belum terpenuhi juga dialami SMAN 2 Banjarbaru. Wakasek Humas SMAN 2 Banjarbaru, M Sya’rani, membenarkan bahwa kouta jalur afirmasi sebanyak 30 persen yang sebelumnya disediakan, masih terdapat sisa sekitar 41 kursi.
Berbeda dari tiga jalur lain seperti jalur domisili, prestasi dan jalur mutasi yang terisi penuh oleh pendaftar calon siswa baru.
Menanggapi sisa kouta jalur afirmasi ini, ia mengatakan kepala sekolah tengah melaksanakan rapat bersama instansi terkait untuk membicarakan sisa kouta afirmasi ini.
“Kepala sekolah sedang menghadiri rapat membahas tentang SPMB dan belum ada info tentang bagaimana sisa kuota tersebut,” katanya.(lis/riz/sai)