BREAKINGNEWS: Ratusan Warga Kota Palu Gelar Kampanye Tolak LGBT di Lapangan Vatulemo
Fadhila Amalia June 26, 2026 10:08 AM

Ratusan warga Kota Palu didominasi kalangan anak muda menggelar kampanye bertajuk penolakan terhadap LGBT di Lapangan Vatulemo, Jl Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (25/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.45 Wita itu dihadiri ratusan peserta berkumpul membawa spanduk bertuliskan Aliansi Masyarakat Tolak LGBT. 

Para peserta juga membubuhkan tanda tangan pada spanduk tersebut sebagai bentuk petisi dukungan terhadap gerakan yang mereka lakukan.

Selain membentangkan spanduk, peserta membentuk lingkaran diskusi untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai alasan penolakan terhadap LGBT.

Seiring berjalannya kegiatan, jumlah peserta terus bertambah.

Pantauan TribunPalu.com di lokasi, sejumlah influencer serta anggota DPRD Palu turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Inisiator kampanye, Muamar Khadafi, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait fenomena LGBT menurutnya semakin banyak ditemukan di lingkungan sekitar.

Ia menyebut kampanye di ruang terbuka dipilih sebagai upaya menyampaikan pandangan mereka kepada masyarakat luas.

"Aliansi masyarakat Sulawesi Tengah dengan tegas menolak LGBT," ujar Muamar dalam kegiatan tersebut.

Kampanye Tolak LGBT di Lapangan Vatulemo 56
KAMPANYE TOLAK LGBT - Ratusan warga Kota Palu didominasi kalangan anak muda menggelar kampanye bertajuk penolakan terhadap LGBT di Lapangan Vatulemo, Jl Moh Yamin, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (25/6/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, hadir pula seorang mantan waria bernama Jumardan berbagi pengalamannya kepada peserta.

Di hadapan massa, ia menyampaikan bahwa dirinya telah meninggalkan kehidupan lamanya.

"Mulai malam ini kalau ada yang masih kenal saya dengan nama Minten, hapus nama itu dari kontak kalian. Karena saya dilahirkan dengan satu nama, Jumardan, mulai dari akta lahir, ijazah sampai batu nisan itu nama saya," katanya disambut tepuk tangan peserta.

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan rencana menggelar konsolidasi lanjutan setelah salat Jumat sebagai persiapan aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Sulteng dan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.