BANGKAPOS.COM – Nama Ginka Br Febriyanti Ginting mendadak jadi perbincangan publik usai dirinya ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.
Selain karena usianya yang masih muda, yakni 27 tahun, profil dan rekam jejak Ginka Febriyanti Br Ginting turut menjadi alasan dirinya kini menjadi sorotan.
Ginka Febriyanti Ginting dikenal sebagai salah satu pentolan relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Ia juga dikenal sebagai Koordinator BISON, Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional.
Baca juga: Tampang Tato Wajah Taufik Hidayat di Tubuh Wanita yang Disekap 3 Tahun di Kos Bandung
Ketika demonstrasi pada Agustus 2025 lalu, nama BISON ikut terseret.
BISON disebut sebagai pihak yang mengkoordinir massa demo bayaran yang bertugas menghalau mahasiswa.
Karena itu pula, ketika Ginka Febriyanti Ginting mendapat jabatan strategis di Pertamina, banyak pihak yang menyorotinya, tak terkecuali warganet.
Lantas, seperti apa profil dan rekam jejak Ginka Febriyanti Ginting ini? Berikut ulasannya.
Profil dan Rekam Jejak Ginka Febriyanti Ginting
Ginka Febriyanti Ginting merupakan tokoh penting di BISON.
BISON adalah singkatan dari Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional, organisasi yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
JADI SOROTAN - Ginka Febriyanti Ginting, Komisaris PT Pertamina Retail jadi sorotan setelah menjabat. Sebab, ia sebelumnya terseret kasus massa demo bayaran pada Agustus 2025. (Tribunnews.com/Laman PT Pertamina Retail/ Akun Instagram Bison)
Dari namanya, ia diketahui merupakan orang Batak Karo.
Sebab, marga Ginting merupakan bagian dari suku Karo.
Baca juga: Sosok Jasad Wanita Membusuk dalam Mobil Plat Merah di Bandara Juanda Terungkap, ASN Pemkab Bangkalan
Sebelum terjun ke dunia politik, Ginka dibesarkan di Tanah Karo dan menempuh pendidikan dasar sampai menengah di Kabanjahe.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi ke Jakarta, dan tercatat telah menyelesaikan studi Sarjana Akuntansi di Universitas Esa Unggul pada 2019, lalu melanjutkan dan meraih gelar Magister Manajemen dari universitas yang sama pada 2023.
Semasa dan pasca-kampus, Ginka aktif dalam organisasi mahasiswa dan gerakan pemuda.
Ia tercatat pernah memimpin Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional Indonesia (AMAN) dan kemudian memegang posisi koordinatif di organisasi relawan/gerakan kepemudaan yang disebut BISON Indonesia (Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional).
Tersandung Polemik Demo Bayaran
Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison) yang dipimpin Ginka pernah disebut menggerakkan massa bayaran dalam aksi berujung kerusuhan, pada Agustus 2025.
"Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison," kata Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur dalam Rilis Laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025 terkait Demonstrasi, Kerusuhan, penjarahan, dan Perburuan Aktivis Terbesar Sejak Reformasi 1998, di Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
"Nah, Bison ini mengakui, mengorganisir massa yang bisa digunakan untuk tim hore kalau di televisi."
Isnur melanjutkan, dalam penelusuran independen KPF, organisasi Bison mengakui bahwa mereka didorong dan dibayar untuk mencegah atau menjegal aksi unjuk rasa mahasiswa.
Baca juga: Hilang Kontak Sejak Sabtu, Kronologi Pejabat Bangkalan Membusuk dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Dalam laporannya, KPF menemukan indikasi kuat keberadaan massa suruhan dalam demonstrasi 28 Agustus 2025. Massa ini diduga berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.
Kelompok massa bayaran datang ke Jakarta secara bertahap pada 28 Agustus 2025. Pada tahap awal, sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi dengan membawa sekitar 160 botol bom molotov, petasan, kembang api, dan alat lainnya.
Kelompok awal ini kemudian menjemput massa tambahan di Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Jumlah massa yang terkumpul meningkat hingga sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.
"Sejumlah BAP kepolisian menunjukkan keterkaitan aktor dalam mobilisasi massa bayaran tersebut," demikian dikutip dari dokumen laporan KPF.
Ginka sendiri mengakui telah memerintahkan Sekretaris Nasional Bison Ahmad Rifaldi untuk menggalang 70 orang untuk demonstrasi pada 28 Agustus 2025.
Dia menyerahkan dana sebesar Rp9.300.000 kepada Bendahara Bison Ebyn Atsil Majid. Dana tersebut terdiri atas imbalan massa aksi sebesar Rp6.300.000 dan biaya logistik sebesar Rp3.000.000. Seluruh dana dinyatakan bersumber dari kas internal Bison.
"Bison sendiri didirikan awalnya sebagai bagian dari tim sukses kampanye Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 serta Andra Soni-Dimyati Natakusumah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2024."
Ginka juga menyatakan Bison memiliki organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M).
Kawal Pemungutan Suara Ulang di Serang
Pada tahun kemarin Ginka mengaku akan turun untuk mengawal pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Serang, Banten.
Ginka meyakini meski dilakukan PSU, pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib Hamas akan tetap menang.
"Mau diulang seribu kali pun, kami optimis Ratu Zakiyah akan tetap jadi pemenang. Terkait keputusan MK, mari kita hormati dan kami berharap semoga keputusan itu bukan hasil dari intervensi penggugat," kata Ginka dalam keterangan yang diterima, Kamis, (27/3/2025).
Baca juga: Daftar Harga BBM Jumat 26 Juni 2026 di Seluruh SPBU, Cek Selisih Pertamax Dexlite Terbaru
"Kami Bison Indonesia akan menggalang kekuatan untuk membuktikan bahwa kemenangan Bu Ratu Zakiyah adalah murni suara masyarakat Serang yang ingin daerahnya jauh lebih baik ke depan."
Adapun PSU dilakukan setelah muncul perselisihan hasil Pilkada Serang. Setelah PSU dilakukan, KPU menetapkan pasangan Ratu Rachmatuzakiyah-Najib sebagai pemenang.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Tribun-medan.com)