Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Bab 2 Yuk, Berpendapat Kurikulum Merdeka
Siti Umnah June 26, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Memasuki proses belajar mengajar di Semester 1 Tahun Ajaran Baru 2026/2027, fokus implementasi Kurikulum Merdeka kian dipertajam pada kualitas pemahaman siswa lewat pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Melalui tiga pilar utamanya mindful (kesadaran penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) guru diharapkan mampu menstimulus nalar kritis siswa sejak usia dini.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang Kelas 3 SD (Fase B), setelah menyelesaikan materi pertemanan di Bab 1, kini siswa melangkah ke materi yang lebih menantang di Bab 2 Yuk Berpendapat Kurikulum Merdeka.

Baca juga: 10 Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Bab 2 Yuk Berpendapat Kurikulum Merdeka

Bab ini memegang peranan krusial karena melatih siswa untuk berani berbicara, menyampaikan ide atau argumen, mendengarkan opini orang lain, serta membedakan antara fakta dan opini dalam kehidupan sehari-hari.

Agar esensi pembelajaran mendalam (Deep Learning) ini dapat tercapai, berikut kami sajikan komponen utuh Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Semester 1 Bab 2 "Yuk, Berpendapat!" yang adaptif dan siap pakai:

Komponen Inti Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 SD

A. Informasi Umum

  • Nama Penyusun: [Nama Guru]
  • Instansi: [Nama Sekolah]
  • Tahun Penyusunan: 2026
  • Jenjang/Kelas: SD / 3 (Tiga)
  • Materi Utama: Bab 2 - Yuk, Berpendapat! (Menyampaikan Argumen, Membedakan Fakta & Opini)
  • Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)

B. Kompetensi Awal & Profil Pelajar Pancasila

  • Kompetensi Awal: Siswa sudah mampu membaca lancar dan berani menjawab pertanyaan pemantik sederhana dari guru.
  • Profil Pelajar Pancasila: Bernalar Kritis (mengidentifikasi alasan di balik sebuah pendapat) dan Demokratis/Menghargai Sesama (mendengarkan opini teman).
  • Sarana & Prasarana: Gambar situasi fasilitas sekolah (misal: kantin bersih vs kantin kotor), papan bicara (kartu bertuliskan "Setuju" dan "Tidak Setuju"), proyektor.

C. Langkah Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)

Tujuan Pembelajaran (TP):
Melalui metode diskusi "Pojok Pendapat" dan analisis gambar situasi, peserta didik mampu menyampaikan argumen pribadi secara lisan atau tertulis dengan alasan yang logis, serta mampu membedakan kalimat fakta dan opini dengan tepat.

  • Pertanyaan Pemantik (Memantik Nalar Kritis):
  1. "Menurutmu, lebih baik memakai seragam sekolah atau baju bebas saat hari Sabtu? Apa alasannya?"
  2. "Apakah semua ucapan yang kita dengar dari orang lain itu pasti benar nyata terjadi?"
  • Rangkaian Kegiatan Belajar:
  1. Kegiatan Awal (15 Menit - Mindful Opening):
  • Guru mengondisikan kelas agar tenang, lalu melemparkan satu isu sederhana yang dekat dengan anak (misal: "Es krim rasa cokelat adalah es krim paling enak di dunia").
  • Guru memancing tanggapan: "Siapa yang setuju? Siapa yang punya pendapat lain?". Guru menjelaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

2. Kegiatan Inti (75 Menit - Deep Learning Process):

  • Eksplorasi Konsep Fakta vs Opini (Meaningful Learning): Guru menunjukkan dua kalimat di papan tulis: (1) Hari ini matahari terbit dari timur, (2) Hari ini cuacanya sangat indah. Siswa diajak membedah secara mendalam mana hal yang merupakan kenyataan ilmiah (fakta) dan mana yang berupa perasaan seseorang (opini).
  • Simulasi Diskusi "Pojok Pendapat" (Joyful Activity): Guru menempelkan gambar area bermain sekolah yang penuh sampah. Kelas dibagi menjadi dua area: Pojok Setuju (jika menganggap halaman harus dibersihkan bersama) dan Pojok Solusi Lain. Siswa secara bergantian memegang "Papan Bicara" dan mengutarakan pendapatnya: "Saya berpendapat kita harus kerja bakti karena..."
  • Siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mandiri: Mengelompokkan 5 kalimat ke dalam tabel "Fakta" atau "Opini", serta menuliskan 1 pendapat pribadi tentang aturan kelas.

3. Kegiatan Penutup (15 Menit - Reflective Closing):

  • Guru menekankan pentingnya adab berbicara: Berpendapat harus sopan, tidak boleh memotong pembicaraan orang lain, dan harus menghargai jika pendapat kita tidak terpilih.
  • Siswa mengisi jurnal refleksi emosi singkat ("Hari ini aku berani/belum berani bersuara") sebelum kelas ditutup dengan doa.

D. Asesmen Pembelajaran (Authentic Assessment)

  • Asesmen Formatif (Proses): Observasi guru menggunakan rubrik penilaian berbicara (kesopanan, kelancaran, dan kejelasan alasan saat berpendapat).
  • Asesmen Sumatif (Hasil): Ketepatan pengelompokkan teks fakta-opini dan keselarasan argumen pada lembar LKPD tertulis.

Melalui pendekatan Deep Learning dalam Bab 2 Yuk, Berpendapat!, ruang kelas menjelma menjadi wadah demokrasi mini yang sehat bagi siswa kelas 3 SD.

Anak tidak hanya belajar tata bahasa, melainkan tumbuh menjadi individu yang mandiri, kritis, namun tetap santun menghargai keberagaman cara pandang.

Guru dapat mengadopsi dan memodifikasi rancangan modul di atas sesuai dengan konteks lingkungan sekolah masing-masing demi kesuksesan Tahun Ajaran 2026/2027.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.