Kalender Jawa 26 Juni 2026 Weton Jumat Wage, Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara
Rusaidah June 26, 2026 01:20 PM

POSBELITUNG.CO -- Tanggal 26 Juni 2026 dalam kalender Jawa merupakan hari Jumat Wage dengan Wuku Kuningan.

Hari Jumat bertemu dengan pasaran Wage, melahirkan weton Jumat Wage yang memiliki neptu total 10.

Angka ini diperoleh dari penjumlahan nilai hari Jumat yang bernilai 6 dan pasaran Wage yang bernilai 4.

Baca juga: Biodata Ikram Rosadi Digugat Cerai Larissa Chou, Pengusaha Muda, Punya Bisnis Properti di Bandung

Dalam kalender Hijriah, tanggal 26 Juni 2026 bersamaan dengan 11 Muharram 1448 H, menjadikannya salah satu hari di awal bulan pertama tahun baru Islam yang masih terasa sacral di kalangan umat Muslim sekaligus masyarakat Jawa yang menghayati kalender ganda.

Keistimewaan hari-hari awal bulan Suro dalam kepercayaan Jawa menjadikan setiap weton yang jatuh di bulan ini terasa lebih diperhatikan, karena Suro dianggap sebagai bulan yang mengandung getaran spiritual tersendiri, bulan di mana leluhur biasa dijenguk, laku batin dikuatkan, dan banyak tradisi adat yang dirawat dengan penuh kekhidmatan. 

Weton Jumat Wage yang jatuh di bulan ini menyandang tidak hanya makna dari kombinasi hari dan pasaran, tetapi juga diperkaya oleh perbawa Wuku Kuningan yang dalam primbon Jawa diasosiasikan dengan ketenangan batin, ketekunan, dan hubungan persaudaraan. 

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang dalam tradisi masyarakat Jawa tidak hanya dicatat sebagai penanda waktu biasa, melainkan juga dibaca sebagai pertemuan antara dua siklus besar yang berjalan berdampingan.

Dalam primbon Jawa, hari Jumat dikenal sebagai hari yang dipengaruhi perlambang bintang benda langit yang memancarkan cahaya dengan tekun tanpa kenal padam. 

Baca juga: Biodata Larissa Chou, Mantan Istri Alvin Faiz Gugat Cerai Ikram Rosadi, Akui Bukan Keputusan Mudah

Orang yang lahir di hari Jumat umumnya digambarkan sebagai pribadi yang gemar menuntut ilmu, halus budi pekertinya, berwibawa, dan memiliki rasa kasih sayang yang dalam terhadap keluarga. 

Mereka cenderung pendiam namun bijaksana, sehingga kerap dijadikan tempat bertanya oleh orang di sekitarnya.

Pasaran Wage membawa karakter tersendiri yang melengkapi Jumat: teguh pendirian, sederhana, konsisten, namun kerap menyimpan perasaan terlalu dalam.

Perpaduan keduanya melahirkan weton yang dalam primbon disebut memiliki sifat aras pepet tertutup atau tersembunyi menggambarkan pribadi yang tidak mudah terbaca dari luar meski di dalam menyimpan banyak pemikiran dan perasaan.

Jika dipadukan, weton Jumat Wage yang bijaksana dan welas asih bertemu dengan Wuku Kuningan yang tekun dan bertanggung jawab menghasilkan gambaran pribadi yang mendalam: piawai bertutur, kuat dalam komitmen, namun perlu belajar lebih terbuka dalam pergaulan agar peluang dan relasi tidak terlewat begitu saja.

Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Tanggal 26 Juni memiliki arti khusus bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara. Pada tanggal ini, daerah tersebut memperingati hari jadinya yang ke-52.

Kabupaten Aceh Tenggara resmi dibentuk sebagai daerah otonom pada 26 Juni 1974 melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1974.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri saat itu, H. Amir Machmud, dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Kutacane.

Pada hari yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Aceh A. Muzakkir Walad melantik Syahadat sebagai Bupati pertama Kabupaten Aceh Tenggara.

Setahun kemudian, tepatnya pada 24 Juli 1975, Syahadat diangkat secara definitif sebagai bupati pertama.

Pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara tidak terjadi secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang masyarakat setempat.

Dilansi dari laman resim Pemkab Aceh Tenggara, cikal bakalnya dimulai pada 6 Desember 1957 dengan terbentuknya panitia tuntutan rakyat Alas dan Gayo Lues.

Panitia tersebut lahir dari rapat yang dihadiri sekitar 60 pemuka adat di wilayah Prapat Hulu.

Mereka menyuarakan aspirasi untuk membentuk daerah otonom sendiri demi pemerataan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Setelah melalui perjuangan selama kurang lebih 17 tahun sejak 1956, pemerintah akhirnya mengabulkan pembentukan kabupaten ini pada tahun 1974.

Kabupaten Aceh Tenggara merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh dengan karakter geografis yang unik.

Ibu kotanya berada di Kutacane, yang terletak di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.

Wilayah ini menjadi bagian dari rangkaian Pegunungan Bukit Barisan dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Salah satu aset terpentingnya adalah keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia.

(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.