Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kita sebut Tamasya

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare yang aman dengan pengasuh tersertifikasi untuk memfasilitasi para buruh pabrik di Bantul, Yogyakarta.

"Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kita sebut Tamasya. Karena itu, saya sebagai pembantu Presiden mencoba menerjemahkan. Pada waktu itu Bapak Presiden Insya Allah sudah menjawab tuntutan para buruh, dan saya bagian pembantu yang menerjemahkan agar bisa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, Jumat.

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang atuh pada 29 Juni 2026 mendatang, Mendukbangga Wihaji menegaskan pentingnya melindungi anak dan mendukung pengasuhan berkualitas melalui daycare untuk meningkatkan tingkat partisipasi kerja perempuan di dunia kerja.

"Ada beberapa perusahaan, termasuk organisasi-organisasi dari pengusaha-pengusaha, untuk bisa mengkampanyekan dan mengajak (pendirian daycare bagi pekerja). Hari ini, sudah ada 3.366 daycare dalam binaan kita, yang tadi syarat-syaratnya harus dipenuhi. Jangan sampai terulang kasus Yogyakarta yang viral waktu itu karena tidak ada izinnya dan pola asuhnya belum kita ketahui secara komprehensif," kata Mendukbangga Wihaji.

Ia menegaskan setiap Tamasya harus memiliki CCTV agar orang tua juga bisa memantau perkembangan anak secara berkelanjutan, sehingga mereka tetap bisa produktif di lingkungan kerja.

"Ini bagian dari jawaban tuntutan para buruh, tentu step by step (secara bertahap) kita kerjakan, dan terus nanti saya koordinasikan dengan pihak terkait, setelah itu Insya Allah nanti perkembangannya akan saya segera laporkan kepada Bapak Presiden, tetapi ini bagian dari kita cek, kita tengok, bahwa anak-anak ini juga berhak untuk mendapatkan pola asuh, tetapi juga tidak menghentikan orang tuanya tetap bekerja," tutur Mendukbangga Wihaji.

Mendukbangga juga mengemukakan Tamasya telah dilengkapi dengan tenaga medis untuk memantau perkembangan anak, karena salah satu syarat yang ditentukan juga dalam daycare mesti menyediakan layanan rujukan.

"Maka kami lihat, di sini juga ada dokternya. Kita ada empat menu, salah satunya adalah cek kesehatan gratis, kemudian cek tumbuh kembang, komunikasi orang tua, dan yang terakhir adalah tentang rujukan. Itulah empat syarat yang harus dipenuhi setiap Tamasya yang kita dampingi dari 3.366 se-Indonesia," ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.