5 Doa untuk Prosesi Acara Resmi dalam Agama Hindu, Termasuk Doa dalam Acara Pelatihan
Putu Kartika Viktriani June 26, 2026 02:37 PM

TRIBUN-BALI.COM - Dalam berbagai kegiatan resmi, doa menjadi bagian penting untuk memohon kelancaran, kesepahaman, ilmu pengetahuan, kedamaian, hingga keberhasilan bersama.

Berikut susunan doa-doa yang umum digunakan dalam prosesi acara resmi beserta arti dan tujuan penggunaannya.

1. Doa Mengheningkan Cipta

Mantra:

OM Mata Bhumih Putro Aham Prthivyah

Arti:

“Ya Hyang Widhi, semoga tanah air kami selalu damai dan kami selalu mencintai tanah air kami seperti para pendahulu kami.”

Makna:

Doa ini dipanjatkan saat prosesi mengheningkan cipta sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada tanah air, serta memohon kedamaian dan semangat menjaga bangsa.

 

 

 
2. Doa untuk Pembukaan Rapat, Sidang, atau Seminar

Mantra:

OM Sam gacchadhvam sam vadadhavam

sam vo manamsi janatam

devo bhagam yatha purve, samjanana upasate

(R.W.X.191.2)

Baca juga: Ucapan Hari Raya Kuningan 2026: 50 Kata-kata Bijak Motivasi Bahasa Bali dan Indonesia Penuh Doa

Samano mantrah samitih samani

samanam manah saha cittam esam

samanam mantram abhi mantraye vah

samanena vo havisa juhomi.

(R.W.X.191.3)

Samani va akutih samana hrdayani vah

samanam astu vo mano, yatha vah susahasati.

(R.W.X.191.4)

Arti:

“Ya Hyang Widhi, semogalah pertemuan dan rapat ini mencapai satu kesepakatan seperti halnya para dewa bersama-sama menikmati persembahan.

Semoga tercapai tujuan bersama, kesepakatan bersama, satu dalam pikiran menuju satu tujuan.

Ya Hyang Widhi, Engkau canangkan satu tujuan, tujuan bersama kami sekalian. Kami adakan pemujaan dengan persembahan bersama agar tujuan kami menjadi satu, seia, dan sekata.”

Makna:

Doa ini digunakan saat membuka rapat, sidang, seminar, maupun forum resmi agar seluruh peserta memiliki kesatuan pikiran dan mencapai keputusan yang membawa manfaat bersama.

3. Doa dalam Acara Pelatihan

Mantra:

OM Purwe Jato Brahmano Brahmacari

Dharmam Wasanas Tapasodatistat

Tasmajjatam Brahmanam Brahma

Iyestham Dewasca Sarwe Amrttna Sakama

Arti:

“Ya Hyang Widhi, murid-Mu hadir di hadapan-Mu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai yang pertama.

Hyang Widhi, anugerahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang.

Brahman Yang Agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahaya-Mu yang senantiasa memancar.”

Makna:

Doa ini dipanjatkan pada pembukaan pelatihan, pendidikan, pembinaan, atau kegiatan pengembangan diri agar peserta memperoleh ilmu, kebijaksanaan, dan kejernihan berpikir.

4. Doa Penutup Pertemuan, Sidang, dan Berbagai Kegiatan

Mantra:

OM Dyauh santir antariksam santih

prthiva santir apah santir

osadhayah santih vanaspatayah santir

visve devah santir Brahma santih

sarvam santih santir eva santih

sa ma santir edhi.

(Y.W.XXXVI.17)

Arti:

“Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, anugerahkanlah kedamaian di langit, damai di angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para Dewata, damailah Brahma, damailah alam semesta, semogalah kedamaian senantiasa datang pada kami.”

Makna:

Doa ini digunakan sebagai penutup kegiatan untuk memohon kedamaian, keharmonisan, dan keberkahan setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.

5. Doa dalam Acara Pelantikan Pejabat

Mantra:

OM A Brahman brahmano, brahmavarcasi jayatama

raster rajanyah sura, isavyo’tivyadhi maharatho jayatam

dogdhridhenurvodanad, vanasuh saptih

purandhiryosa jisnu rathestah, sabheyo yuvasya

jayamanasya viro jayatam, nikame-nikame nah parjanyo

varsatu phalavatyo, no osadhayah pacyantam

yogaksemo nah kalpatam

(Y.V.XXII.22)

Arti:

“Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, semogalah di negara ini lahir orang-orang yang memiliki pengetahuan rohani yang baik.

Semoga pula lahir pemimpin-pemimpin yang perkasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan, menjadi pahlawan tangguh bagi masyarakat, seperti sapi yang menghasilkan manfaat besar, lembu yang kuat, dan kuda yang cepat.

Semoga pula lahir wanita-wanita yang sempurna dan bertanggung jawab.

Pemuda-pemuda yang baik dan berguna bagi masyarakat serta siap berkorban.

Semoga hujan turun membawa kemakmuran, pepohonan berbuah lebat, dan seluruh usaha kami berhasil.”

Makna:

Doa ini dipanjatkan dalam prosesi pelantikan sebagai permohonan agar pemimpin yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan bijaksana serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

 Kelima doa ini mencerminkan nilai-nilai keharmonisan, persatuan, pengetahuan, kedamaian, dan kesejahteraan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan acara resmi menurut tradisi Hindu.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.