TRIBUN-BALI.COM - Dalam berbagai kegiatan resmi, doa menjadi bagian penting untuk memohon kelancaran, kesepahaman, ilmu pengetahuan, kedamaian, hingga keberhasilan bersama.
Berikut susunan doa-doa yang umum digunakan dalam prosesi acara resmi beserta arti dan tujuan penggunaannya.
1. Doa Mengheningkan Cipta
Mantra:
OM Mata Bhumih Putro Aham Prthivyah
Arti:
“Ya Hyang Widhi, semoga tanah air kami selalu damai dan kami selalu mencintai tanah air kami seperti para pendahulu kami.”
Makna:
Doa ini dipanjatkan saat prosesi mengheningkan cipta sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada tanah air, serta memohon kedamaian dan semangat menjaga bangsa.
2. Doa untuk Pembukaan Rapat, Sidang, atau Seminar
Mantra:
OM Sam gacchadhvam sam vadadhavam
sam vo manamsi janatam
devo bhagam yatha purve, samjanana upasate
(R.W.X.191.2)
Baca juga: Ucapan Hari Raya Kuningan 2026: 50 Kata-kata Bijak Motivasi Bahasa Bali dan Indonesia Penuh Doa
Samano mantrah samitih samani
samanam manah saha cittam esam
samanam mantram abhi mantraye vah
samanena vo havisa juhomi.
(R.W.X.191.3)
Samani va akutih samana hrdayani vah
samanam astu vo mano, yatha vah susahasati.
(R.W.X.191.4)
Arti:
“Ya Hyang Widhi, semogalah pertemuan dan rapat ini mencapai satu kesepakatan seperti halnya para dewa bersama-sama menikmati persembahan.
Semoga tercapai tujuan bersama, kesepakatan bersama, satu dalam pikiran menuju satu tujuan.
Ya Hyang Widhi, Engkau canangkan satu tujuan, tujuan bersama kami sekalian. Kami adakan pemujaan dengan persembahan bersama agar tujuan kami menjadi satu, seia, dan sekata.”
Makna:
Doa ini digunakan saat membuka rapat, sidang, seminar, maupun forum resmi agar seluruh peserta memiliki kesatuan pikiran dan mencapai keputusan yang membawa manfaat bersama.
3. Doa dalam Acara Pelatihan
Mantra:
OM Purwe Jato Brahmano Brahmacari
Dharmam Wasanas Tapasodatistat
Tasmajjatam Brahmanam Brahma
Iyestham Dewasca Sarwe Amrttna Sakama
Arti:
“Ya Hyang Widhi, murid-Mu hadir di hadapan-Mu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai yang pertama.
Hyang Widhi, anugerahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang.
Brahman Yang Agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahaya-Mu yang senantiasa memancar.”
Makna:
Doa ini dipanjatkan pada pembukaan pelatihan, pendidikan, pembinaan, atau kegiatan pengembangan diri agar peserta memperoleh ilmu, kebijaksanaan, dan kejernihan berpikir.
4. Doa Penutup Pertemuan, Sidang, dan Berbagai Kegiatan
Mantra:
OM Dyauh santir antariksam santih
prthiva santir apah santir
osadhayah santih vanaspatayah santir
visve devah santir Brahma santih
sarvam santih santir eva santih
sa ma santir edhi.
(Y.W.XXXVI.17)
Arti:
“Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, anugerahkanlah kedamaian di langit, damai di angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para Dewata, damailah Brahma, damailah alam semesta, semogalah kedamaian senantiasa datang pada kami.”
Makna:
Doa ini digunakan sebagai penutup kegiatan untuk memohon kedamaian, keharmonisan, dan keberkahan setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.
5. Doa dalam Acara Pelantikan Pejabat
Mantra:
OM A Brahman brahmano, brahmavarcasi jayatama
raster rajanyah sura, isavyo’tivyadhi maharatho jayatam
dogdhridhenurvodanad, vanasuh saptih
purandhiryosa jisnu rathestah, sabheyo yuvasya
jayamanasya viro jayatam, nikame-nikame nah parjanyo
varsatu phalavatyo, no osadhayah pacyantam
yogaksemo nah kalpatam
(Y.V.XXII.22)
Arti:
“Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, semogalah di negara ini lahir orang-orang yang memiliki pengetahuan rohani yang baik.
Semoga pula lahir pemimpin-pemimpin yang perkasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan, menjadi pahlawan tangguh bagi masyarakat, seperti sapi yang menghasilkan manfaat besar, lembu yang kuat, dan kuda yang cepat.
Semoga pula lahir wanita-wanita yang sempurna dan bertanggung jawab.
Pemuda-pemuda yang baik dan berguna bagi masyarakat serta siap berkorban.
Semoga hujan turun membawa kemakmuran, pepohonan berbuah lebat, dan seluruh usaha kami berhasil.”
Makna:
Doa ini dipanjatkan dalam prosesi pelantikan sebagai permohonan agar pemimpin yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan bijaksana serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Kelima doa ini mencerminkan nilai-nilai keharmonisan, persatuan, pengetahuan, kedamaian, dan kesejahteraan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan acara resmi menurut tradisi Hindu.
(*)