Usai Disekap 3 Tahun hingga Buta, Korban Hanya Minta Mie Ayam, Hotman Paris: Kasih dalam Bentuk Uang
Tita Rumondor June 26, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Perhatian publik tertuju pada aksi sosial yang dilakukan pengacara Hotman Paris Hutapea.

Setelah mengetahui kondisi tragis yang dialami YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, ia segera menginisiasi penggalangan bantuan dengan menghubungi sejumlah pengusaha ternama di Indonesia.

YTR diketahui menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan mantan kekasihnya, Taufik Hidayat (30).

Selama sekitar tiga tahun, ia disebut mengalami berbagai tindak kekerasan yang mengakibatkan kerusakan fisik serius hingga kehilangan penglihatan. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas dari masyarakat.

Di tengah kisah pahit yang dialaminya, ada satu hal yang membuat Hotman Paris sangat tersentuh. Ia mengaku terharu saat mengetahui bahwa permintaan pertama YTR setelah berhasil keluar dari situasi tersebut hanyalah ingin menikmati semangkuk mie ayam.

"Kepada Adinda korban penyanderaan tiga tahun oleh laki-laki bren**** itu, kau permintaannya satu, kita terharu mendengarnya, hanya minta makan mie ayam," ungkap Hotman Paris dalam unggahan Instagram pribadinya, Jumat (26/6/2026).

Mendengar keinginan sederhana tersebut, Hotman menyatakan ingin memberikan bantuan yang jauh lebih besar sebagai bekal bagi masa depan korban.

Untuk itu, ia mengajak para kolega dari kalangan pengusaha membantu penggalangan dana.

"Tenang, Hotman akan menyediakan jutaan bungkus mie ayam dalam bentuk uang. Klien saya para konglomerat sudah memberikan sumbangan dan belum semua sempat saya hubungi," ungkap Hotman Paris.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah tokoh bisnis nasional.

Baca juga: Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Penyiksa Pacar Selama 3 Tahun Ditangkap Polisi

Beberapa pengusaha besar, di antaranya Tahir selaku pendiri Mayapada Group dan Aguan yang dikenal sebagai pengusaha di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), masing-masing memberikan donasi sebesar Rp500 juta.

Bantuan juga terus berdatangan dari sejumlah pihak lain, termasuk figur publik yang memilih ikut berpartisipasi.

"Juga beberapa pengusaha yang tidak mau disebutkan namanya. Pagi ini, sahabat saya Raffi Ahmad juga berjanji untuk mentransfer uang," tutur Hotman Paris.

"Saya akan menghubungi Bapak Franky, Pak Indra, juga Pak Teguh, konglomerat Sinar Mas, yang dulu saya pernah membela perkara besar-besaran saat krisis moneter," sambungnya.

Upaya menghimpun donasi tersebut dilakukan Hotman di sela-sela kesibukannya berada di Singapura.

Ia tengah mendampingi istrinya yang menjalani perawatan medis, sekaligus mempersiapkan operasi akibat gangguan saraf kejepit yang dialaminya.

Meski demikian, Hotman memastikan bantuan yang berhasil dikumpulkan akan disalurkan sepenuhnya kepada YTR. Hingga kini, nilai donasi disebut telah mendekati Rp2 miliar.

"Kepada adik saya, korban penganiayaan di Bandung, pasti kau akan dapat miliaran. Sekarang sudah terkumpul hampir 2 miliar. Kalau Hotman berusaha, pasti dapat," bebernya.

Awal Mula Kasus

Peristiwa yang menimpa YTR bermula pada 2023. Saat itu ia berkenalan dengan Taufik Hidayat dalam sebuah konser musik. Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi hubungan asmara.

Tak lama setelah memperkenalkan Taufik kepada keluarganya di Rancaekek, YTR mendadak menghilang dan tidak lagi menjalin komunikasi dengan pihak keluarga.

Belakangan diketahui, selama masa tersebut YTR diduga mengalami penyekapan dan kekerasan fisik secara berulang. Selain itu, uang miliknya juga diduga diambil pelaku hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp52 juta.

Keluarga sempat menyebarkan informasi kehilangan melalui Instagram. Namun saat itu YTR justru menghubungi mereka dan meminta unggahan tersebut dihapus. Belakangan, keluarga menduga tindakan itu dilakukan karena adanya tekanan dari pelaku.

Keberadaan YTR akhirnya diketahui pada Rabu malam (10/6/2026) setelah keluarga menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa YTR sedang menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung akibat kecelakaan.

Sesampainya di rumah sakit, keluarga menemukan kondisi YTR yang memprihatinkan. Tubuhnya dipenuhi bekas luka yang diduga akibat penganiayaan, sementara kedua matanya dinyatakan mengalami kebutaan permanen.

Atas kejadian tersebut, keluarga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan berat ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026).

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang telah masuk daftar pencarian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.