Jangan Dibuang! Warga Bengkulu Bisa Ubah Sampah Jadi Tabungan di Bank Sampah
Rita Lismini June 26, 2026 02:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat menjadi sumber penghasilan apabila dikelola dengan baik. 

Melalui Bank Sampah, warga dapat mengubah sampah nonorganik menjadi tabungan.

Salah satunya melalui Bank Sampah Srikandi Merah Putih di Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Ketua Bank Sampah Srikandi Merah Putih, Misnawati, mengatakan bank sampah tersebut resmi berdiri pada 11 Juli 2025 sebagai bagian dari program Pemerintah Kota Bengkulu.

Menurutnya, keberadaan bank sampah bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sistem tabungan.

“Kami memiliki delapan orang pengurus, terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, petugas pemilah, penimbang, hingga pencatat administrasi,” ujar Misnawati saat ditemui di Kantor Lurah Padang Harapan, Kota Bengkulu, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, bank sampah hanya menerima sampah nonorganik yang masih memiliki nilai jual dan dalam kondisi bersih.

Cara Menjadi Nasabah Bank Sampah

Bagi masyarakat yang ingin menabung di Bank Sampah Srikandi Merah Putih, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan.

1. Mendaftar sebagai nasabah

Calon nasabah cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas. Data yang dicatat meliputi alamat, RT, dan RW tempat tinggal.

2. Memilah sampah dari rumah

Sebelum disetor, sampah harus dipisahkan berdasarkan jenisnya. Misalnya botol plastik bening dipisahkan dari botol berwarna, begitu pula tutup botol dipisahkan dari badan botol.

3. Membersihkan sampah

Bank Sampah Srikandi Merah Putih hanya menerima sampah nonorganik yang bersih sehingga memiliki nilai jual lebih baik.

4. Menyetorkan sampah

Setelah sampai di bank sampah, seluruh sampah akan ditimbang berdasarkan jenisnya. Masing-masing jenis memiliki harga yang berbeda.

5. Nilai sampah masuk ke buku tabungan

Hasil penjualan sampah tidak langsung diberikan dalam bentuk uang tunai. Nilai hasil penimbangan akan dicatat ke dalam buku tabungan milik nasabah.

6. Tabungan dapat dicairkan setelah 24 minggu

Nasabah dapat mencairkan tabungan setelah menabung selama 24 minggu atau sekitar enam bulan.

Jenis Sampah yang Diterima

Misnawati mengatakan, bank sampah menerima berbagai jenis sampah nonorganik, di antaranya:

  • Botol plastik.
  • Gelas plastik bekas minuman.
  • Jeriken plastik.
  • Kertas dan buku bekas.
  • Kardus.
  • Tempat telur berbahan kertas.
  • Botol kaca tertentu.
  • Besi bekas, termasuk paku berkarat dan besi tua.
  • Peralatan elektronik seperti CPU komputer.
  • Mesin cuci bekas.
  • Kulkas bekas.

Namun, tidak semua jenis botol kaca dapat diterima karena disesuaikan dengan kebutuhan pengepul.

Hasil Tabungan Dimanfaatkan untuk Berbagai Kebutuhan

Menurut Misnawati, sebagian besar nasabah memanfaatkan hasil tabungan untuk kebutuhan penting.

Ada yang menggunakannya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan bermotor, hingga menambah biaya pembelian hewan kurban saat Iduladha.

“Program ini memberikan manfaat yang sangat positif. Sampah yang sebelumnya dibuang kini memiliki nilai ekonomi dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Misnawati.

 


Ia berharap semakin banyak warga yang ikut menjadi nasabah sehingga jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat terus berkurang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak.

 


Untuk harga-harga di Bank sampah: 

 


Plastik botol biru Rp2 ribu per 1 Kilogram
Plastik botol putih Rp3 ribu per 1 kilogram
Karpet telur kalau utuh Rp280 per karpet
Karpet telur tidak utuh Rp400 rupiah per kilogram
Kertas HVS Rp1.600 per kilogram
Kaset CD Rp6.000 per kilogram
Koran kotor Rp6.000 per kilogram
Alma panci Rp16.000 per kilogram

 

Misnawati mengungkapkan untuk harga barang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pasar.

 


Untun waktu penerimaan sampah dari warga ke bank sampah dilakukan setiap haru Jumat, setelah itu setiap tiga minggu sekali pihak bank sampah menjual ke mitra.

 


Dari adanya bank sampah ini, masyarakat senang, biasanya sampah yang sudah tak terpakai ditarok di depan agar dipunggut pengumpul barang bekas. 

 


Sekarang tidak ada lagi warga yang membuat barang yang tak berguna, mereka memilih menyimpan sampahnya lalu dijual ke bank sampah.

 


"Kalau dulu barang-barang yang tak berguna termasuk kertas ataupun sampah plastik, di buang atau ditarok didepan pagar agar dipungut, sekarang disimpan untuk dijual ke bank sampah," tutup Misnawati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.