Bupati Halikinnor Resmikan Jejaring Cathlab, Warga Tak Perlu Lagi Berobat Jantung ke Luar Kotim
Sri Mariati June 26, 2026 03:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan layanan kesehatan memasuki babak baru. Setelah melalui proses yang panjang, layanan catheterization laboratory (Cathlab) akhirnya resmi dapat beroperasi di RSUD dr Murjani Sampit. 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jejaring Pengampuan Cathlab dan Kick Off Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jumat (26/6/2026). 

Usai acara, Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi meninjau langsung fasilitas cathlab di RSUD dr Murjani.

Bupati Halikinnor menyebut, hadirnya layanan tersebut sebagai kemajuan besar di bidang kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang jumlah penderitanya terus meningkat di Kotim.

"Hari ini Alhamdulillah, di Jumat penuh berkah ini, untuk pertama kalinya RSUD Murjani Sampit bisa melakukan tindakan Cathlab terhadap penderita penyakit jantung. Ini kemajuan luar biasa di bidang kesehatan bagi Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Halikinnor.

Menurutnya, kebutuhan layanan tersebut sangat mendesak mengingat jumlah penderita penyakit jantung di Kotim tergolong tinggi. 

Berdasarkan data rumah sakit, terdapat lebih dari 8.000 pasien menjalani pengobatan jantung dan sebagian besar memerlukan tindakan Cathlab.

"Tadi disampaikan Direktur RSUD, ada lebih dari 8 ribu penderita, dan sebagian besar memerlukan tindakan. Bahkan setiap hari diperkirakan ada sekitar 13 sampai 15 pasien yang membutuhkan penanganan seperti pemasangan ring akibat penyumbatan pembuluh darah," ujarnya.

Melalui kerja sama yang ditandatangani bersama rumah sakit jejaring di Kalimantan Tengah, Halikinnor berharap masyarakat dari berbagai daerah juga dapat memperoleh pelayanan di RSUD Murjani Sampit. 

Namun ia menegaskan, warga Kotim tetap menjadi prioritas utama.

"Kalau ada pasien dari kabupaten lain tentu bisa kita bantu melalui kerja sama ini. Tetapi yang lebih utama tentu masyarakat Kotim," ucapnya.

Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada RSUD dr Murjani Sampit, RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai rumah sakit pengampu regional.

Selain itu, ia mengapresiasi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai pengampu nasional yang telah mendampingi hingga layanan Cathlab di Kotim dapat berjalan.

"Dengan adanya layanan ini masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Palangka Raya, Banjarmasin atau Pulau Jawa. Sekarang di Sampit sudah bisa dilakukan tindakan Cathlab," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menjelaskan rumah sakit tersebut kini telah memenuhi standar nasional untuk menyelenggarakan layanan jantung dan pembuluh darah.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan fasilitas Cathlab yang kini tersedia di Sampit.

"RSUD dr Murjani sudah mampu dan layak secara standar nasional melaksanakan layanan jantung dan pembuluh darah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan yang diberikan telah sesuai mutu dan standar nasional," ujarnya.

Data RSUD dr Murjani menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 8.375 kunjungan pasien rawat jalan di Poli Jantung. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.756 pasien atau sekitar 56 persen memerlukan tindakan Cathlab.

"Artinya setiap hari ada sekitar 13 hingga 15 warga yang terindikasi membutuhkan tindakan Cathlab. Ini menunjukkan betapa besar manfaat layanan yang kini sudah tersedia di Kotim," jelas Yulia.

Ia menambahkan, keberhasilan menghadirkan layanan Cathlab merupakan hasil proses panjang sejak alat tersebut tersedia pada 2019. 

Selama bertahun-tahun, rumah sakit harus melengkapi berbagai persyaratan mulai dari sarana dan prasarana, perizinan alat, hingga sertifikasi sumber daya manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.