BANGKAPOS.COM -- John LBF siap menambah uang sayembara dari Dedi Mulyadi apabila uang tersebut disalurkan kepada korban penyekapan, YTR.
Pengusaha sekaligus influencer John LBF turut mengapresiasi keputusan Dedi Mulyadi mengalihkan uang sayembara kepada korban.
Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalihkan hadiah sayembara senilai Rp250 juta kepada korban penyekapan berinisial YTR mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari pengusaha sekaligus influencer John LBF yang menyatakan siap memberikan tambahan bantuan untuk korban.
John menyampaikan bahwa dirinya akan menyalurkan dana sebesar Rp100 juta apabila hadiah yang sebelumnya disiapkan sebagai sayembara benar-benar diberikan kepada YTR.
Baca juga: Harga Samsung S25 Ultra dan Samsung S26 Ultra Terbaru Akhir Juni 2026, Adu Spesifikasi Gahar Mana
"Kalau Kang Dedi sepakat Rp 250 jutanya kasih ke korban, insyaallah nanti saya tambahin Rp 100 juta untuk masa depan korban," ujar John.
Komitmen tersebut juga ditegaskan John melalui kolom komentar di unggahan Instagram Dedi Mulyadi. Ia memastikan bantuan tersebut akan direalisasikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan korban.
"Saya udah janji kasih Rp 100 juta juga. Alhamdulillah kalau Rp 250 juta untuk korban dari Pak Gubernur, berarti saya juga komit akan kirim Rp 100 juta buat korban," tulis John.
Hadiah Sayembara Dialihkan untuk Korban
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29).
Namun, setelah pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, Dedi memutuskan hadiah tersebut tidak diberikan kepada siapa pun yang terlibat dalam proses penangkapan, termasuk kepolisian.
Melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, ia menjelaskan bahwa aparat penegak hukum memang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga tidak tepat apabila gubernur memberikan hadiah kepada institusi tersebut.
"Saya sampai hari ini berpandangan bahwa peran Kapolda Jabar dan seluruh jajarannya yang paling besar upayanya dalam penangkapan Pak Taufik. Tapi tidak mungkin gubernur memberikan uang kepada jajaran Polda," kata Dedi.
Sebagai gantinya, Dedi memutuskan seluruh dana sayembara dialihkan untuk membantu YTR. Dana tersebut rencananya akan ditempatkan dalam bentuk deposito di Bank BJB atas nama korban agar dapat dimanfaatkan sebagai bekal hidup dan kebutuhan jangka panjang.
"Ini nanti dibikinnya deposito saja, kan untuk bekel (YTR)," ujarnya.
Menurut Dedi, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pengobatan sekaligus menopang kehidupan korban yang mengalami trauma berat setelah menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama hampir tiga tahun.
Akibat kekerasan yang dialaminya, YTR diketahui kehilangan fungsi penglihatannya.
Sertifikat deposito atas nama YTR dijadwalkan akan diserahkan langsung oleh Dedi Mulyadi pada 1 Juli 2026 di Markas Polda Jawa Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.
Polisi Ungkap Proses Penangkapan Pelaku
Di balik keberhasilan menangkap Taufik Hidayat, terdapat peran Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan. Hendi pernah menangani kasus pelaku saat masih bertugas di Polsek Pacet sehingga langsung mengenali wajah Taufik ketika fotonya beredar di media sosial.
Ia kemudian menghubungi mantan atasannya, Dadang, untuk membantu membangun komunikasi dengan pelaku agar bersedia menyerahkan diri.
"Dulu pelaku memiliki kasus di wilayah hukum Pacet dan kebetulan saya yang menanganinya," kata Hendi.
Dalam proses pendekatan tersebut, Hendi mengungkapkan bahwa Taufik sempat berencana melarikan diri ke Sumatra. Bahkan, pelaku disebut memiliki niat mengakhiri hidup karena merasa tidak lagi memiliki jalan keluar.
Agar situasi tidak semakin memburuk, Hendi berupaya meyakinkan pelaku untuk menghadapi proses hukum.
"Saya sampaikan, kalau menyerahkan diri saya jamin keselamatannya. Tetapi kalau tertangkap di jalan, saya tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi," ujarnya.
Pendekatan persuasif tersebut akhirnya membuahkan hasil. Taufik memilih menyerahkan diri kepada aparat sebelum akhirnya diamankan.
"Pelaku sempat berniat kabur ke Sumatra dan berniat mengakhiri hidup, namun akhirnya berhasil dibujuk," kata Hendi.
(Tribunnewsmaker.com/WartaKotalive.com/Bangkapos.com)