Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Suasana Lapas Kelas IIB Indramayu tampak tegang saat petugas gabungan menyisir dan memeriksa secara ketat puluhan warga binaan.
Para warga binaan yang hendak dipindahkan ke Lapas Kelas I Cirebon, dan Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon tersebut terlihat harus menjalani pemeriksaan berlapis.
Dari mulai penggeledahan barang bawaan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang, pemeriksaan dokumen, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani masa tahanan di Cirebon.
Bahkan, kedua mata para warga binaan juga tampak tertutup rapat kain hitam saat diangkut menggunakan mobil berlapis jeruji besi yang terparkir di halaman Lapas Kelas IIB Indramayu.
Selain itu, kedua tangan puluhan warga binaan tersebut terlihat diborgol ke arah belakang, dan dilengkapi rantai besi yang terhubung ke kedua kakinya, sehingga membatasi gerakannya.
Baca juga: Petugas Lapas Kuningan Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Bola Tenis
Baca juga: Warga Binaan Lapas Majalengka Panen Lele dan Telur Puyuh, Sulap Brandgang Jadi Lahan Produktif
Sejumlah petugas kepolisian yang menenteng senjata pun tampak mengawal ketat proses pemindahan warga binaan dari Lapas Kelas IIB Indramayu ke dua lapas di Cirebon.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan, terdapat 37 warga binaan yang dimutasi dari Lapas Kelas IIB Indramayu ke Lapas Kelas I Cirebon dan Lapasustik Kelas IIA Cirebon.
Menurut dia, puluhan warga binaan tersebut dipindahkan secara bertahap selama dua hari berturut-turut, dan untuk memastikan keamanannya sengaja diberangkatkan pada pagi buta.
"Mutasi 37 warga binaan ke dua lapas di wilayah Cirebon ini untuk menekan angka overcapacity di Lapas Kelas IIB Indramayu," kata Fery Berthoni saat ditemui di Lapas Kelas IIB Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (26/6/2026).
Ia mengatakan, pemindahan warga binaan itu pun merupakan upaya pembinaan lebih lanjut, pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban, serta penyesuaian penempatan berdasarkan tingkat risiko hingga kebutuhan pembinaan.
Pihaknya berharap, langkah tersebut mendukung optimalisasi pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan bagi seluruh warga binaan, sehingga terciptanya kondisi lapas yang lebih aman, tertib, serta kondusif.
"Semoga setelah pemindahan ini membuat kondisi Lapas Indramayu menjadi lebih manusiawi, kondusif, dan mengoptimalkan program pembinaan bagi seluruh warga binaan," ujar Fery Berthoni.