BOLASPORT.COM - Langkah Hakim Danish sedikit ringan pada Moto3 Belanda 2026 ini menyusul keberhasilannya meraih kemenangan pada seri sebelumnya.
Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen yang mulai bergulir pada hari ini, Jumat (26/6/2026) menjadi pembuktian berikutnya untuk seorang Hakim Danish.
Andalan MT Helmets-MSI tersebut datang dengan membawa hasil gemilang beruba kemenangan pada seri sebelumnya yaitu GP Ceko di Sirkuit Brno.
Berbekal kemenangan ini, legenda MotoGP Malaysia, Zulfahmi Khairuddin mulai menunjukkan toleransinya dalam mengelola ekspektasi yang datang ke Danish.
Tak bisa dipungkiri, Zulfahmi mengakui bahwa kemenangan rider kelahiran Terengganu, Malaysia itu membuatnya sulit menetapkan target akhir pekan ini.
Pria yang pernah meraih 2 podium di kelas Moto3 pada musim 2012 itu tak menyangkan Danish bisa mendapatkan kemenangan secepatnya dengan labelnya sebagai rookie.
"Setelah kemenangan di Brno, cukup sulit bagi saya untuk menetapkan target spesifik bagi Danish," kata Zulfahmi, melalui siaran ZKRacing.
"Di awal musim, saya tidak menyangka dia akan meraih kemenangan secepat itu, namun dia telah membuktikan potensi yang dimilikinya," imbuhnya.
Zulfahmi menegaskan perannya kini bersama manajemen tim adalah agar harapan-harapan yang tertuju pada Danish berjalan lebih efektif.
Pengelolaan rasa kecewa ketika tidak kompetitif di lintasan kini menjadi sorotan Utama Zulfahmi, mengingat kompetisi Moto3 yang sengit.
"Kini, peran saya bersama tim manajemen adalah mengelola ekspektasi dengan lebih efektif," ucap Zulfahmi menjelaskan.
"Saya tahu Danish sudah pernah memenangkan balapan, tetapi di saat yang sama, kita perlu bersabar jika dia tidak meraih hasil maksimal pada beberapa balapan berikutnya."
Untuk Moto3 Belanda 2026, Zulfahi menilai Danish akan sedikit kesulitan karena karakter lintasan Assen yang sempit ini sedikit tidak cocok untuk gaya balapnya.
Dari tantangan yang ada di trek sepanjang 4,5 kilometer ini, Zulfahmi berharap kondisi cuaca yang mendukung agar Danish bisa melejit.
"Balapan di Assen menghadirkan tantangan baru, danish pernah membalap di sirkuit ini sebelumnya, namun lintasannya tergolong sempit dan teknis," ucap Zulfahmi.
"Hal itu yang mungkin tidak sepenuhnya cocok dengan gaya membalapnya."
"Saya berharap kondisi cuaca di Assen akan mendukung dan tidak turun hujan, sehingga Danish dapat menyelesaikan seluruh sesi latihan maupun balapan dengan lancer."
Dalam kesempatan yang sama, Zulfahmi juga menegaskan saat ini dia semakin realistis dalam mengelola harapan kepada hasil yang didapatkan Danish.
"Mulai sekarang, saya juga perlu mengelola ekspektasi secara lebih realistis," kata Zulfahmi.
"Jika Danish tidak naik podium atau tidak finis di posisi lima besar, hal itu tetap bisa dianggap sebagai hasil yang bagus."
"Hal itu karena dia adalah pembalap rookie yang masih menimba pengalaman dan terus belajar di Kejuaraan Dunia Moto3," imbuhnya.
Kekhawatiran Zulfahmi akan karakter lintasan Assen ini mulai terbukti ketika Danish turun pada sesi Latihan bebas 1 (Free Practice 1/FP1).
Dalam sesi yang berlangsung pada pagi hari selama 35 menit itu, rider berusia 18 tahun tersebut merampungkan aksinya di posisi ke-11.
Dengan waktu terbaiknya 1 menit 41,449 detik, Danish masih tertinggal 0,580 detik dari rider tercepat di sesi ini Alvaro Carpe, andalan Red Bull KTM Ajo.
Sementara itu, posisi Danish masih lebih baik dibandingkan dengan rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama yang masih meraba-raba sentuhan terbaiknya.
Andalan Honda Team Asia itu berada di urutan ke-20 dengan waktu lap tercepatnya 1 menit 41,970 detik.