Misteri Dua Mayat Remaja di Selokan Bekasi Terungkap: Tragedi Tawuran Berdarah Antargeng
Budi Sam Law Malau June 26, 2026 05:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Misteri penemuan dua jenazah remaja di dalam selokan Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi, akhirnya terkuak.

Di balik penemuan tragis tersebut, terungkap sebuah drama bentrokan berdarah antargeng remaja yang berujung pada pengeroyokan brutal dan penjarahan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa kedua korban tewas adalah DORG dan FFB.

Baca juga: Tertusuk Pisau, Pelajar 15 Tahun Tewas usai Terlibat Tawuran di Tajurhalang Bogor 

Keduanya merupakan anggota dari kelompok remaja bernama "Gasruk Mentality" yang menjadi sasaran amuk kelompok rival, "Timur Everybody".

Pengejaran Brutal di Jalanan Bekasi

Tragedi ini bermula pada Jumat (19/6/2026) dini hari, saat kedua kelompok sepakat bertemu untuk melakukan aksi tawuran.

Sekira pukul 04.10 WIB, mereka berhadapan di Jalan Mutiara Gading Timur (MGT).

Sadar situasi tidak menguntungkan, kelompok Gasruk Mentality memilih memutar balik dan melarikan diri.

Sayangnya, keputusan mundur itu justru memicu perburuan liar oleh kelompok Timur Everybody.

Pengejaran pertama pecah di depan Colombus Waterpark.

Korban berinisial ZR, yang mengendarai Honda Vario di posisi paling belakang, diserempet oleh pelaku ZG (DPO) dan ditendang hingga terjatuh oleh FD (DPO).

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Cabut KJP 60 Siswa karena Terbukti Ikut Tawuran

Dalam kondisi tak berdaya, ZR dihujani sabetan senjata tajam dan pukulan kayu oleh para pelaku (KFA, RF, dan RNAF) hingga mengalami luka parah di sekujur tubuh, bahkan satu jarinya putus.

ZR berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke gorong-gorong, sementara motornya diringkus pelaku.

Tragis, Terpental ke Selokan dan Terus Dianiaya

Di tempat terpisah, pelarian tiga remaja lain dari kelompok Gasruk Mentality—DORG, FPP, dan MTA—berakhir pilu di persimpangan Tugu Bambu.

Saat mencoba menghindari kejaran dan sabetan celurit lawan, sepeda motor Honda Beat yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan dengan keras.

Benturan hebat itu melemparkan ketiganya langsung ke dalam selokan di depan CMA Snow Wash, Jalan Raya Mustikajaya.

Bukannya iba, para pelaku justru beringas mendatangi selokan dan kembali membacok para korban yang sudah tidak berdaya.

Akibat aksi keji ini, DORG dan FPP meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan MTA selamat namun mengalami patah tulang tangan.

Motor korban pun ikut digondol oleh pelaku lain bernama ZD (DPO).

Lima Pelaku Diringkus, Dua Masih Buron

Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini.

Hingga kini, lima dari tujuh pelaku utama telah berhasil diringkus di beberapa lokasi berbeda, termasuk di kawasan Rawalumbu dan Tangerang.

Mereka yang sudah ditahan adalah KFA, RF, RNAF, TH, dan H.

Sementara itu, dua eksekutor lainnya, ZG dan FD, masih dalam pemburuan intensif (DPO).

Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi bagi para pelaku kejahatan jalanan ini.

Para tersangka kini dijerat pasal berlapis terkait pencurian dengan kekerasan secara bersama-sama yang menyebabkan luka berat dan kematian.

"Terhadap perbuatan pelaku, mereka terancam hukuman penjara hingga 20 tahun," tegas Kusumo dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.