- Kesaksian pilot F-15 Amerika Serikat memicu misteri baru di tengah perang dengan Iran.
Pilot itu mengaku melihat sesuatu yang tak biasa sesaat sebelum pesawatnya ditembak jatuh.
Ia melihat sejumlah drone terbang dalam formasi yang sangat unik.
Formasi tersebut disebut menyerupai ubur-ubur raksasa yang melayang di langit.
Kesaksian itu langsung menjadi perhatian militer dan intelijen Amerika Serikat.
Sejumlah analis menduga Iran memiliki teknologi drone yang belum pernah terungkap sebelumnya.
Analis pertahanan Sumit Ahlawat menyebut Iran mungkin telah membuat lompatan besar di bidang drone tempur.
Laporan Eurasian Times menyebut objek itu terdiri dari beberapa drone besar yang saling terhubung.
Di bawahnya terlihat drone-drone kecil yang menggantung seperti kaki.
Karena itu, bentuknya disebut mirip ubur-ubur raksasa.
Salah satu sumber bahkan menyebut formasi tersebut tampak seperti teknologi dari dunia lain.
Sumber lain menggambarkannya sebagai ladang ranjau drone yang memenuhi langit.
Muncul dugaan formasi itu membantu sistem pertahanan Iran mendeteksi pesawat F-15.
Namun hingga kini, penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut masih diselidiki.
Kesaksian pilot juga memunculkan dugaan soal teknologi 'swarm drone' milik Iran.
Teknologi ini memungkinkan banyak drone bergerak dan berkomunikasi secara bersamaan.
Bahkan, drone dapat mengubah formasi secara otomatis di medan tempur.
Jika benar dimiliki Iran, kemampuan itu dinilai bisa mengubah strategi peperangan modern.
Meski begitu, sebagian analis memiliki pendapat berbeda.
Mereka menduga pilot hanya melihat drone patroli yang ditempatkan di jalur masuk pesawat Amerika.
Hingga kini, misteri drone berbentuk ubur-ubur itu masih menjadi perdebatan di kalangan intelijen AS.